Syauta Dorong masyarakat Proaktif bentuknya Kampung iklim lainnya di Kota Ambon
Ambon, Lintas-Berita.Com_ Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku Roy Syauta mendorong masyarakat proaktif agar terbentuknya kampung iklim lainnya di Kota Ambon.
“Mari semua proaktif memberikan dorongan untuk terbentuknya Kampung iklim lainnya di Kota Ambon dan membantu kemajuan Kampung iklim yang sudah terbentuk dengan dukungan program yang mengedukasi pemberdayaan masyarakat meningkatkan kemandirian dan kemitraan,”kata Syauta dalam sambutannya Jumat(4/11/2022).
Syauta mengatakan komitmen Pemerintah provinsi Maluku secara kelembagaan dan program dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) salah satunya dengan mendorong pengusulan dan pembentukan program Kampung iklim di kabupaten Kota Se-Maluku.
Sejak tahun 2020-2022 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui sistem registrasi nasional untuk skema join adaptasi mitigasi dan verifikasi langsung di lapangan telah menetapkan 52 Lokasi kampung iklim di Provinsi Maluku yang tersebar kabupaten kota di Maluku.
“Untuk proses penetapan sebagai Kampung iklim melalui berbagai tahapan mulai dari pengusulan pada sistem registrasi nasional identifikasi calon lokasi sosialisasi sampai pada verifikasi lapangan yang dilakukan oleh tim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Balai pemantauan perubahan iklim dan kebakaran hutan dan lahan wilayah Maluku Papua Dinas Lingkungan Hidup provinsi Maluku serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kota,”jelasnya.
Pemerintah provinsi Maluku memberikan apresiasi atas kerja keras Kota Ambon dalam membina Negeri /desa /kelurahan Dusun RW hingga meraih penghargaan tingkat nasional Tahun 2022 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.
Selain itu dukungan dari berbagai pihak khususnya pemerintah daerah UPT KLHK yang berada di Provinsi Maluku, perguruan tinggi BUMN khusus terkhususnya PT Pertamina Patria niaga wayame Lembaga keagamaan serta mitra potensial lainnya dalam memperkuat kolaborasi pendampingan serta mensinergitaskan program adaptasi mitigasi untuk penurunan emisi grk di Provinsi Maluku dan Kota Ambon khususnya.
“Mari kita mengembangkan dan menjaga budaya dan kearifan lokal dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup yang lebih baik sebagai tindakan dan aksi nyata untuk menjawab arah strategi kebijakan dan program pembangunan rendah karbon di Maluku dapat tercapai,” tandasnya. (LB.IR).
