Tiakur, Lintas-Berita.com, – Badan Kerja Sama Internasional Jepang, Japan International Cooperation Agency (JICA) membahas kelanjutan proyek Sentral Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) yang dibangun di Pulau Moa besama Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).
Sebelum menghadiri rapat mitra proyek serta tim KKP telah meninjau dan melihat pekerjaan dua proyek yang didanai oleh JICA yakni SKPT di Pantai Tiakur dan pasar higienis di lokasi pasar rakyat Kalwedo.
“Rapat ini tidak sekadar menindaklanjuti pertemuan sebelumnya, tetapi menjadi langkah strategis untuk kelangsungan penyelesaian proyek SKPT dan pasar higienis yang akan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat MBD di masa mendatang,” ujar Wakil Bupati.
Kendati SKPT yang dibangun dengan dana bantuan pemerintah Jepang itu sudah bisa dimanfaatkan, tetapi masih ada persoalan yang dihadapi, terutama di dermaga yang belum sesuai dengan titik kedalaman tertentu.
Dia berharap seluruh dokumen SKPT dapat diserahkan kepada Pemkab MBD sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal bagi kesejahteraan masyarakat.
Perwakilan Keduataan Jepang Wakabayashi Hajime menyampaikan terima kasih yang mendalam serta penghargaan terhadap Pemkab MBD atas sambutan dan pelayanan yang diberikan, dan berharap bantuan Pemerintah Jepang untuk pembangunan pulau-pulau terluar di Maluku dapat menjadi jembatan persahabatan antara Indonesia dan Jepang.
Dia menjelaskan tujuan kedatangan tim JICA ke MBD tidak sekadar pertemuan biasa, melainkan memiliki tiga sasaran utama yang diarahkan untuk mendukung perkembangan SKPT Moa, sekaligus memperkaya keterampilan masyarakat di daerah berjuluk Bumi Kalwedo itu.
Diskusi intensif selama pertemuan difokuskan pada penyusunan langkah-langkah konkrit untuk mengatasi kendala yang muncul selama pelaksanaan proyek SKPT.
Semua pihak berharap proyek SKPT Moa akan menjadi pilar penting dalam mengangkat kualitas hidup masyarakat setempat serta memacu potensi ekonomi daerah.
“Dengan kolaborasi internasional yang kuat, SKPT Moa menjadi simbol terobosan baru untuk masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Maluku Barat Daya tercinta,” ujar Itagaki Masaki.(LB.01)
