Bupati Noach : Setiap Usaha Didesa, Harus Menjadi Prioritas Pembagunan Desa

Tiakur, Lintas-Berita.com,- Bupati Maluku Barat Daya. Benyamin Thomas Noach secara resmi melantik 110 kepala Desa dan pengukuhan perpanjangan masa jabatan kepala Desa dan penyerahan keputusan bupati Maluku Barat Daya berdasarkan undang-undang nomor 3 tahun 2024 yang berlangsung di gedung serbaguna Tiakur, Rabu (10/7/24).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut yakni, Bupati MBD Benjamin T. Noach, ST, Kapolres MBD. AKBP Pulung Wietono S.I.K, Dandim 1511/P. Moa. Letkol Inf Galih Perkasa, Kajari MBD. Heri Somantri, S.H.M.H, Pj Sekda MBD. Drs. Daud Reimialy, Wakil Ketua II DPRD MBD. Mesak Ayub Imlabla, Pabung TNI-AL. Kapten Mar Anthon Suprapto, Pabung TNI-AU. Letda Kal. Sigit, Para Asisten Sekda MBD, Rohaniawan Pdt G. Salakay, S.Si.Teol, Pimpinan OPD Kab. MBD, Para Camat Se-kabupaten MBD, Para Kepala Desa yang dikukuhkan berjumlah 110.

Pengukuhan ini didasarkan pada Surat Keputusan Bupati Maluku Barat Daya Provinsi Maluku Nomor 100.3.3-200 Tahun 2024 tentang penetapan masa jabatan kepala desa di Kabupaten Maluku Barat Daya. Penetapan ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Dalam sambutan Bupati Maluku Barat Daya, Benyamin Thomas Noach mengatakan bahwa, 110 kepala Desa yang sudah melaksanakan tugas dengan baik selama kurun waktu ini, tentu dalam tugas pemerintahan, melayani masyarakat banyak kendala dan tantangan.

Lanjut Bupati, saya ingatkan bahwa Dana Desa itu diperuntukkan untuk percepatan pembangunan di Desa, oleh karena itu lewat swakelola dan Bumdes setiap usaha didesa harus menjadi prioritas pembangunan disesuaikan dengan potensi yang ada.

” Mulai dari sekarang bagi kepala Desa, kalau ada kesalahan selama masa pemerintahan di desa agar sekarang juga dirubah jangan sampai sudah selesai masa jabatan baru ada masalah yang menimpa para kepala Desa yang terjerat kasus hukum karena salah menyalahgunakan tanggung jawab yang diemban,” Tegas Bupati.

Menurutnya, Syukuri apa yang sudah menjadi tugas bapak dan ibu selaku kepala Desa dalam melayani masyarakat, Selesaikan semua masalah di Desa, saya mendapat laporan dari pendamping Desa bahwa banyak Desa tertinggal yang sudah mulai mandiri.

“Desa-desa yang tidak hanya tergantung pada anggaran ADD dari pusat, kita harus berpikir jauh bahwa anggaran tersebut harus digunakan sebaik-baiknya untuk pembangunan dan kepentingan masyarakat, karena selama masih ada Negara ini maka Desa itu akan ada selama-lamanya,” Ucap Noach.

Dikatakannya, Masih banyak kerja dan tugas-tugas dari pemerintah pusat yang harus kita selesaikan oleh karena itu kita tidak boleh berharap pada ADD, semua kepala Desa mulai berpikir dan berinvestasi agar rakyatnya mandiri.

Lanjut Menurut Noach, PAD kita sudah 5 milyar, Maka itu selaku Bupati saya berharap semua kepala Desa harus berpikir agar dapat meningkatkan pendapatan dan perekonomian Desa, Pulau Damer dan Pulau Babar mempunyai hasil hutan gunakan dan kembangkan potensi tersebut, begitu juga di Moa kita mempunyai potensi kerbau untuk mendapatkan nilai tambah, di Marsela banyak ikan, kelola dengan baik. Disermatang banyak potensi, luang punya potensi rumput laut, mudah-mudahan menjadi motor pergerak perkembangan Desa di Kab. MBD.

” Ada badan usaha bersama Desa, syaratnya cuma satu bumdes itu dikelola oleh orang yang jujur dan pintar. Masih ada peluang untuk mengembangkan menjadi Desa maju, mudah-mudahan tahun depan kita mendapat program dari pemerintah pusat makan siang gratis di sekolah-sekolah semua itu butuh daging, ikan, susu (susu kerbau), hal ini bisa di gunakan untuk pengembangan potensi daerah Maluku Barat Daya ini menjadi tantangan bagi kepala Desa,”Ujarnya.

Noach Berharap, peluang untuk bisnis bagi saudara-saudara Di Desa, kita tetap satukan hati satu komando membangun Maluku Barat Daya lebih baik, lebih hebat dan lebih maju,” Pungkas Noach. (LB.01)