Tanggap Darurat Kota Ambon Diperpanjang 14 Hari

Ambon, Lintas-Berita.com,- Lantaran bibit siklon yang masih berada Di perairan Filipina dan memiliki potensi besar untuk merembet ke Maluku,maka melalui banyak pertimbangan,Kota Ambon memperpanjang Status Tanggap Darurat (TD) bencana alam selama 14 Hari terhitung 19 juli sampai dengan 1 Agustus mendatang.

Hal ini disampapaikan Pj.Wali Kota Ambon,Dominggus N Kaya,Usai memimpin rapat “Pembahasan Tanggap Bencana,” Di ruang Rapat Glisin gen,Kamis(18/7/2024)petang.

Artinya cuaca peng hujan di Maluku termasuk kota Ambon belum usai.Sehingga Pemerintah melalui BPBD dengan berbagai masukan serta laporan cuaca oleh BMKG dan seluruh stakeholder terkait,harus memperpanjang kondisi TD tersebut.

“Bibit siklon masih ada dari perairan Filipina,dan itu memiliki potensi turun ke Maluku,berarti masih ada potensi curah hujan yang cukup tinggi,” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan alasan penetapan status TD di karenakan,menurut penjelasanan Badan Pengulangan Bencana Daerah (BPBD)Provinsi Maluku,Ambon adalah salah satu Kota /Kabupaten yang sampai dengan saat ini masih bertada disituwasi alam yang belum tenang.

“Kami mendapat klarifikasi dari BPBD Provinsi Maluku,bahwa Kota Ambon,Buru,Seram Bagian Barat (SBB),Maluku Tengah dalam Tanggap Darurat,mengingat keadaan cuaca dikota ini belum mereka,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, Penetapan status TD ini tidak sembarang namun sesuai dengan aturan, katanya jika penentuan tersebut dilakukan tak berdasarkan pada kajian yang lengkap, maksimal, antisipatif, maka hal tersebut dapat berimplikasi pada dukungan BNPB yang telah diupayakan beberapa waktu lalu untuk membantu warga Kota Ini.

“Harapannya,Dukungan BPNB pusat untuk warga korban Bencana dapat terealisasi dimasa Tanggap darurat ini.Dan Saya mau menghimbau dan mengingatkan kepada warga Kota Ini untuk tetap waspada,Jaga keselamatan diri apabila terjadi peningkatan curah hujan segera mengusikan dan hubung BPD agar mendapat bantuan Tanggap Da rurat tepat waktu,” pungkas kaya.(LB.04)

Exit mobile version