312 Siswa SMAN 5 Ambon Ikuti Penilaian Sumatif Akhir Jenjang

Ambon, Lintas-berita.com – Sebanyak 312 orang siswa SMA Negeri 5 Ambon mengikuti Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) yang akan berlangsung hingga 15 Maret 2025.

“312 siswa yang mengikuti PSAJ ini terbagi dalam tiga sesi. Pembagian ini demi kelancaran dan kenyamanan siswa saat mengerjakan ujian,” kata Kepala SMA Negeri 5 Ambon, Pelfina Saija kepada media ini, Senin (11/3/2025).

PSAJ merupakan evaluasi akademik penting bagi siswa Kelas XII dalam menyelesaikan pendidikan di jenjang SMA. Dengan pembagian tiga sesi, Pelfina berharap pelaksanaan ujian berjalan lebih tertib dan kondusif.

Semua siswa juga sejak awal telah dipersiapkan untuk mengikuti ujian akhir itu, disamping belajar sendiri dan diminta untuk menjaga kesehatan agar dapat menghadapi ujian dengan optimal.

Dia mengatakan, 312 siswa yang mengikuti PSAJ terdiri dari siswa jurusan IPA 179 orang dan Jurusan IPS 133 siswa. “Jadi mereka terbagi tiga sesi, setiap sesi diikuti 104 siswa. Semua mata uji sudah berbasis kompoter dan satu hari hanya dua mata pelajaran yang diuji,” ujarnya.

Kepsek Pelfina menjelaskan, setiap siswa telah memiliki akun sendiri yang menggunakan nama dan email pribadi masing-masing. Hal ini guna menghindari kemungkinan terjadi kesalahan ujian.

“Akun yang terdaftar untuk mengikuti ujian adalah akun yang telah digunakan masing-masing siswa selama proses belajar mengajar. Jadi kemungkinan kesalahan sangat kecil,” ujarnya.

Sejauh ini seluruh proses PSAJ berjalan lancar dan aman serta diawasi oleh puluhan guru dari beberapa sekolah, dengan sistem pengawasan silang.

Pelaksanaan PSAJ di SMAN 5 Ambon diawasi oleh para guru dari SMA Negeri 9 Ambon, SMA Negeri 4 Ambon dan SMA Siwalima, sedangkan guru dari SMAN 5 dibagi untuk mengawas ujian di tiga sekolah tersebut.

Dia menambahkan, dalam sehari 30 orang pengawas akan bertugas, di mana masing-masing sesi diawasi 10 orang guru yang dibagi di lima ruangan, atau setiap ruangan ujian diawasi dua orang pengawa, disamping petugas lain yang bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi gangguan komputer maupun jaringan selama proses ujian.

Diharapkan, seluruh proes ujian berjalan lancar hingga hari terakhir, dan tidak ada siswa yang berhalangan atau sakit. Begitu juga peralatan komputer yang digunakan diharapkan tidak terganggu.

“Khusus siswa Muslim yang sedang melaksanakan Ibadah Puasa, diutamakan untuk mengikuti sesi utama atau sesi pertama, sehingga mereka bisa pulang dan beristirahat lebih awal. Nanti di hari terakhir ujian kami menjadwalkan untuk berbuka puasa bersama oleh seluruh siswa, pengawas dan para guru,” demikian Kepsek Pelfina Saija. (LB-04)

Penulis: Lely H Editor: Jay Adrian
Exit mobile version