Tiakur, Lintas-berita.com, – Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Maluku Barat Daya mengnandeng Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) MBD, menggelar orientasi dan pelatihan Korps Sukarela PMI, sebagai upaya membentuk karakter relawan yang tangguh, berintegritas, serta memiliki semangat kebangsaan yang tinggi.
Kegiatan orientasi dan pelatihan Korps Sukarela PMI yang berlangsung di Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 1511/Pulau Moa, pada Jumat, 11 Juli 2025, menjadi titik awal bagi para mahasiswa untuk lebih memahami peran relawan dalam konteks kemanusiaan dan kebangsaan.
Tak sekadar memperkenalkan dasar-dasar keorganisasian, kegiatan ini dirancang untuk membentuk karakter para relawan agar memiliki wawasan kebangsaan, semangat disiplin, serta tanggung jawab sosial yang tinggi.
Pilihan lokasi di lingkungan Kodim menegaskan pentingnya sinergi antara militer dan organisasi kemanusiaan untuk membina generasi muda yang cinta tanah air, terutama di MBD yang merupakan wilayah perbatasan.
Sejumlah tokoh penting TNI dan PMI yang turut mendukung dan menginspirasi para peserta, sekaligus menunjukkan kuatnya sinergi antara institusi negara dan organisasi kemanusiaan, dalam membangun semangat nasionalisme di kalangan generasi muda di beranda negara itu.
Sejumlah tokoh kunci yang hadir antara lain Dandim 1511/Pulau Moa, Letkol Inf. Nuriman Siswandi sebagai narasumber utama dalam sesi wawasan kebangsaan, Pasi Ter Kodim 1511/Pulau Moa, Kapten Inf R Totomutu, Pasi Intel Kodim 1511/Pulau Moa, Kapten Cke Jufri Sait yang memberikan pelatihan Baris berbaris (PBB), serta Ketua PMI Maluku Barat Daya, Rommi I. Rumambi, Wakil Ketua Bidang PMR dan Relawan, Matheos Y. Rehiraky, Wakil Ketua Bidang Pelayanan Sosial dan Kesehatan, dr. Regina Tiwery, serta perwakilan Humas PMI MBD Leonard E. Orno.
Kehadiran para tokoh ini menjadi bentuk nyata dukungan lintas sektor dalam mendidik dan membina relawan PMI agar siap berkontribusi dalam berbagai situasi, baik di bidang kemanusiaan maupun kebangsaan.
Dandim 1511/Pulau Moa, Letkol Nuriman Siswandi memulai sesi utama berupa pembekalan wawasan kebangsaan. Dalam materinya, Dandim menekankan pentingnya memahami dan mengamalkan nilai-nilai dasar bangsa sebagai fondasi utama dalam menjalankan misi kemanusiaan PMI.
Menariknya, Letkol Nuriman Siswandi yang baru beberapa minggu menjabat sebagai Dandim 1511/Pulau Moa, memilih turun langsung dan berinteraksi aktif dalam kegiatan ini. Ia juga telah mengunjungi berbagai pos dan wilayah teritorial di Kabupaten MBD sebagai bagian dari upayanya mengenali medan tugas secara lebih dalam.
Langkah ini menunjukkan bahwa orientasi kepemimpinan beliau berpihak kepada pendekatan langsung, membangun relasi kuat dengan masyarakat, serta memprioritaskan edukasi ideologis kepada generasi muda. Hal ini juga mencerminkan betapa pentingnya pendekatan humanis dalam kepemimpinan militer di wilayah perbatasan seperti MBD.
Beberapa poin penting yang disampaikan dari sesi tersebut antara lain, Kesadaran akan persatuan di tengah keberagaman—relawan harus mampu menjadi perekat sosial di tengah masyarakat yang majemuk. Menjaga keutuhan NKRI—Dengan memahami ancaman disintegrasi, relawan dituntut tetap waspada dan bertanggung jawab.
Memelihara nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945—Sebagai dasar negara, relawan harus mampu menerjemahkan nilai-nilai tersebut ke dalam tindakan nyata. Membangun identitas dan kebanggaan nasional—Dengan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia, relawan diharapkan menjadi agen perubahan positif.
Selain itu, aktif dalam pembangunan bangsa—Tidak hanya menjadi penolong saat bencana, relawan juga berkontribusi dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya, Menghindari konflik dan perpecahan—wawasan kebangsaan menjadi benteng utama melawan ancaman konflik internal dan eksternal serta Membangun karakter dan integritas—Relawan yang tangguh adalah mereka yang berprinsip, jujur, dan memiliki tanggung jawab moral terhadap bangsa.
Sesi ini mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Mereka tidak hanya mendengar, tetapi juga mencatat, bertanya, dan berdiskusi aktif. Para peserta juga mengikuti sesi latihan PBB sebagai ajang pembentukan kedisiplinan, kekompakan, serta ketegasan dalam bertindak—semua nilai penting yang juga berlaku di lapangan saat relawan bertugas.
Seluruh rangkaian orientasi dan pelatihan akan ditutup dengan acara pelantikan pengurus PMI MBD pada Sabtu ( 12/7/2025. Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan peresmian tanggung jawab baru bagi para peserta. Mereka kini tak hanya menjadi relawan biasa, tetapi juga pemegang amanah dalam menjalankan tugas-tugas PMI di tengah masyarakat.
Kegiatan orientasi ini membuktikan bahwa membangun jiwa relawan yang tangguh tidak cukup hanya dengan semangat kemanusiaan. Diperlukan bekal wawasan kebangsaan, disiplin, serta keteladanan dari para pemimpin. Di tengah tantangan global dan sosial yang terus berkembang, keberadaan relawan seperti inilah yang menjadi benteng moral bangsa.
Diharapkan melalui orientasi ini, PMI MBD semakin solid dan mampu menjadi mitra strategis dalam penanggulangan bencana, pelayanan kesehatan, hingga penguatan nilai-nilai kebangsaan di tingkat lokal maupun nasional. Dan lebih dari itu, kegiatan ini juga membangun harapan baru: bahwa generasi muda MBD siap berdiri di garis depan, tidak hanya dalam aksi, tetapi juga dalam semangat membela tanah air di tanah perbatasan MBD. (LB-01)
