Tepa, Lintas-berita.com, – Dandim 1511/Pulau Moa, Letkol Inf Nuriman Siswandi, dan Ketua DPRD Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Petrus A. Tunay meninjau langsung lokasi Dapur Sehat yang menangani Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jalan SMK Tepa, Kecamatan Babar Barat, MBD). Selasa (16/9/2025).
Dalam peninjauan itu, Dandim Nuriman Siswandi dan Ketua DPRD As Tunai melihat dan mengecek langsung kondisi euang dapur, gudang dan ruang penyajian makanan.
Dalam peninjauan itu Dandim dan Ketua DPRD juga didampingi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sekaligus Penanggung Jawab dapur Harmoni Babar, Anna Etwiory
Pengecekan terhadap sarana prasarana yang digunakan untuk mengolah program Makanan Bergizi Gratis (MBG) serta kesiapan saat pendistribusian ke sekolah. Peninjauan ini untuk menindaklanjuti kasus dugaan keracunan yang dialami puluhan siswa SMP Negeri 1 Tepa pada 11 September 2025.
Disela peninjauan Dandim mengimbau para pekerja di Dapur Harmoni Babar untuk tetap menjaga kebersihandna sterilisasi di lingkungan kerja sesuai SOP SPPG, sehingga berdampak terhadap pemenuhan gizi para siswa di kecamatan tersebut, di samping sarana menambah lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Dandim juga menyatakan pentingnya peran serta masyarakat dalam mendukung program MBG yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
“Kita harus bekerja sama untuk memastikan program ini berjalan sesuai SOP mulai dari proses masak. Jangan lupa gunakan sarung tangan, penutup kepala, celemek dan jaga sterilisasi di dapur. Begitu juga ketika penyajian kepada siswa-siswi di sekolah,” ujarnya.
Dia berharap kasus dugaan keracunan yang dialami puluhan siswa di Tepa, dapat menjadi perhatian serius semua pihak, agar tidak terulang di kemudian hari, serta berdampak meningkatkan kualitas gizi para siswa di wilayah perbatasan antarnegara tersebut.
Di tempat yang sama Ketua DPRD MBD Petrus Tunay menyatakan sterilisasi MBG, bukan hanya tanggung jawab para ahli gizi saja, namun juga menjadi tanggung jawab pekerja di Dapur Sehat Harmoni Tepa. “Kalau ada jenis makanan yang tidak layak di konsumsi, harus disampaikan kepada kepala SPPG atau mitra, agar segera dilakukan pergantian bahan yang rusak atau tidak layak dengan yang baru,” kata Tunay.
Sedangkan terkait teknis operasional di dapur dan pendistribusian MBG, Enggelina Angkie selalu mitra Dapur Sehat Harmoni menjelaskan, pihaknya sejak hari pertama dilakukan dengan baik, termasuk distribusi ke sekolah di Kecamatan Babar Barat tepat waktu.

“Hanya di hari ke empat terjadi masalah, mungkin dari ikannya yang kita gunakan. Ada ikan tuna yang menurut kami dalam keadaan fresh, tetapi mungkin saja dalam penanganan dan pengolahan karena ribuan yang harus kita masak, kemungkinan satu dua potong ikan menjadi tidak segar, sehingga menyebabkan siswa alergi atau gatal-gatal, disamping ada juga siswa yang punya penyakit bawaan,” ungkap Enggelina.
Dia menegaskan, kasus alergi yang terjadi, menjadi atensi pihaknya, Agar ke depan lebih berhati-hati dan diawasi secara ketat, sehingga tidak terulang di waktu mendatang. (LB-01)







