ASDP Ambon Kerahkan 11 Kapal untuk Atasi Lonjakan Pemudik Nataru 2025

ASDP Ambon
General Manager ASDP Ambon, Syamsudin Tanassy.

Ambon, Lintas-berita.com, – ASDP Cabang Ambon memastikan seluruh kapal dan fasilitas pelabuhan dalam kondisi siap operasi, untuk menghadapi lonjakan arus penumpang pada musim Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.

Perusahaan itu menyiapkan 11 kapal yang akan melayani penumpang yang akan bepergian melalui sejumlah rute utama di Maluku, terutama ke Ambon, Seram, Buru, hingga Maluku Tenggara.

General Manager ASDP Ambon, Syamsudin Tanassy, di Ambon, Selasa, 3 Desember 2025, menyatakan, persiapan menghadapi arus mudik Nataru semakin terlihat di Pelabuhan Ambon.

Dari 1 kapal yang disiapkan, menurutnya, delapan kapal akan memperkuat jalur Ambon, Seram, dan Buru, sementara tiga kapal lainnya disiagakan penuh untuk wilayah Maluku Tenggara. “Seluruh armada, dermaga, hingga posko lapangan sudah siap menyambut pemudik,” ujarnya.

Di Maluku Tenggara, kapal-kapal utama seperti KMP Tanjung Madlahar, KMP Temi, dan KMP Lobster akan melayani rute vital yakni Tual–Pulau Tayando, Tual–Kaimana, serta Kur–Kesui.

Adapun di Ambon dan Seram, KMP Samandar, akan melayari rute dari Waai-Umi Putih Nalahia-Masohi. Jalur ini kembali dioperasikan untuk menunjang mobilitas penumpang dan distribusi logistik.

Dari 26 lintasan yang dikelola ASDP, dua rute diperkirakan kembali menjadi titik terpadat musim Nataru tahun ini, yakni Hunimua–Waipirit dan Galala–Namlea.

Untuk rute Namlea, ASDP menurunkan KMP Wayangan dan Tatihu, sementara untuk Hunimua–Waipirit disiapkan sederet kapal berkapasitas besar seperti KMP Terubuk, Inalika, Rokatenda, dan KMP Erana, serta tiga kapal mitra dari milik PT. Panca Karya.

“KMP Terubuk sudah selesai docking dan siap beroperasi pada pekan kedua Desember. Tanjung Kuako juga masuk lintasan pertengahan bulan ini,” kata Tanassy.

Lonjakan Penumpang H-2 Natal
Syamsudin Tanassy menyebutkan, data koordinasi lintas instansi menunjukkan potensi kenaikan jumlah pemudik yang signifikan. Pergerakan sepeda motor diprediksi naik 14 persen, truk 11 persen, serta penumpang, mobil, dan bus masing-masing naik 6 persen.

“Puncaknya H-2 Natal. Jalur Hunimua–Waipirit akan sangat padat, sehingga kami menyiapkan enam kapal yang beroperasi bersamaan,” ujarnya.

ASDP memberi perhatian khusus pada kendaraan logistik untuk mencegah terhambatnya pasokan kebutuhan pokok ke Pulau Seram.

Mulai pekan ketiga Desember, sebagian armada di lintasan Haruku–Kailolo juga dialihkan untuk memperkuat rute menuju Saparua, yang diperkirakan mengalami lonjakan penumpang.

Sedangkan menyangkut langkah antisipasi cuaca buruk dan ekstrem saat Nataru, dia menyatakan, masuknya musim angin barat daya membuat gelombang tinggi menjadi salah satu tantangan utama.

ASDP menerapkan mekanisme buka–tutup perjalanan berdasarkan kondisi cuaca dan keselamatan kapal. “Kalau ombak tinggi, keberangkatan ditunda. Begitu aman, kapal langsung diberangkatkan,” kata Tanassy.

ASDP juga mengaktifkan posko terpadu di Pelabuhan Hunimua bersama Dishub, BMKG, SAR, BPTD, dan kepolisian untuk mempercepat respons terhadap situasi darurat.

Khusus menyangkut ketersediaan tiket, pihak ASDP kembali mengingatkan penumpang agar tidak datang ke pelabuhan tanpa tiket. Seluruh pembelian dialihkan ke sistem daring.

“Gunakan tiket online di uplikasi tripkrigi.com. Pesan dari rumah jauh lebih aman dan tidak menimbulkan antrean,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh fasilitas pelabuhan, termasuk dermaga dan jembatan timbang yang baru, telah siap melayani pemudik selama masa angkutan Nataru. Dengan 11 kapal siaga dan antisipasi cuaca yang diperketat, ASDP berharap arus mudik tahun ini berjalan lancar, aman, dan tertib. (LB-04)

Exit mobile version