Di Ujung Usia, Ribka Aitiawisima Akhirnya Punya Rumah Layak Berkat TMMD di Pulau Moa

Ribka Aitiawisima

Tiakur, Lintas-berita.com, – Hujan yang dulu selalu membawa kecemasan bagi Ribka Aitiawisima kini tak lagi menakutkan. Di usia 71 tahun, perempuan yang tinggal seorang diri di Desa Moain, Pulau Moa, akhirnya bisa bernaung dengan tenang setelah rumahnya yang rusak berat diperbaiki melalui program Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-128.

Bagi Ribka Aitiawisima, setiap tetes hujan pernah menjadi sumber kegelisahan. Atap rumahnya yang bocor tak mampu menahan air, sementara dinding yang rapuh seakan bisa roboh kapan saja.

Jendela terbuka lebar tanpa penutup serta pintu rusak dan dibuat seadanya, tidak mampu menahan kencangnya angin yang bertiup setiap malam. Dalam sunyi, ia menjalani hari-hari tuanya seorang diri, bertahan di tengah keterbatasan.

Rumah sederhana yang ia tempati selama bertahun-tahun itu perlahan kehilangan fungsi dasarnya sebagai tempat berlindung.

Saat malam tiba, ia harus menahan dingin karena angin kerap masuk dari celah-celah dinding serta jendela yang tidak berpenutup. Ketika hujan turun, ia harus berpindah-pindah tempat untuk menghindari tetesan air yang jatuh dari atap.

Kondisi itu berubah ketika Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1511/Pulau Moa datang ke Desa Moain. Di antara berbagai program pembangunan yang dijalankan, perhatian mereka tertuju pada rumah Ribka yang sudah tidak layak huni.

Tanpa banyak seremoni, para personel satuan tugas (satgas) mulai bekerja. Mereka membongkar bagian rumah yang lapuk, mengganti rangka atap, memasang penutup atap baru, serta memperkuat dinding agar kokoh dan aman.

Proses itu bukan sekadar pekerjaan fisik, tetapi juga wujud kepedulian yang terasa nyata bagi warga.

Di sela aktivitas, suasana gotong royong bersama warga terlihat kental. Warga sekitar ikut membantu, menghadirkan kebersamaan yang menghangatkan.

Ribka, yang sebelumnya hanya bisa menyaksikan rumahnya perlahan rusak, kini melihatnya dibangun kembali dengan harapan baru.

“Sekarang beta seng takut lagi kalau hujan,” ucapnya lirih, dengan mata yang tak mampu menyembunyikan rasa haru.

Perbaikan rumah ini menjadi salah satu bukti bahwa program TMMD tidak hanya menyasar pembangunan infrastruktur berskala besar seperti jalan dan fasilitas umum, tetapi juga menyentuh kebutuhan paling mendasar masyarakat—tempat tinggal yang layak.

Rumah Ribka Aitiawisima merupakan satu dari 10 rumah tidak layak huni (RTLH) milik warga Moain yang direhabilitasi dalam program TMMD ke-128 di Pulau Moa.

Bagi Ribka, rumah yang kini berdiri lebih kokoh bukan sekadar bangunan. Tapi simbol ketenangan di masa tua, tempat ia bisa beristirahat tanpa rasa khawatir, dan bukti bahwa masih ada kepedulian yang hadir di saat dibutuhkan.

“Terima kasih untuk pemerintah daerah dan bapak-bapak TNI atas kepeduliannya memperbaiki rumah Beta,” ujar Ribka yang berurai tangis bahagia.

Di pelosok Pulau Moa, kisah kecil ini menjadi gambaran bagaimana pembangunan tidak hanya diukur dari beton dan angka, dari jalan lingkungan yang mulus, tetapi juga dari senyum yang kembali merekah di wajah mereka yang selama ini nyaris terabaikan. (LB-01)

Exit mobile version