Kasiter Korem 151/Binaya Tinjau Pembangunan Koperasi Merah Putih di MBD

Koperasi Merah Putih
Kasi Ter Korem 151/Binaya Kolonel Inf. Dian Aksadiyanmita meninjau pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kecamatan Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Selasa, 5 Mei 2026.

Tiakur, Lintas-berita.com, – Kepala Seksi Teritorial (Kasiter) Korem 151/Binaya Kolonel Inf. Dian Aksadiyanmita meninjau pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kecamatan Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Selasa, 5 Mei 2026.

Peninjauan dilakukan di dua lokasi pembangunan, yakni Desa Wakarleli dan Kelurahan Tiakur. Dalam kegiatan itu, Kasiter didampingi Kasub Ditbinkombak Sdirter Pusterad Kolonel Inf M. Ibnu. Subroto, Kabag Komsos Ditbinkombak Letkol Arh Rahmat Hidayat, Dandim 1511/Pulau Moa Letkol Inf. Nuriman Siswandi, Pasiter Kodim 1511/Pulau Moa Kapten Inf. Rudi T, serta Pasilog Kodim 1511/Pulau Moa Kapten Arm Ruben Souhuwat.

Setelah tiba di Bandara Yos Imsula Orno – Moa, rombongan kemudian menuju lokasi pembangunan sekitar pukul 14.25 WIT untuk memeriksa kondisi bangunan dan perkembangan pekerjaan di lapangan.

Menurut pihak Kodim, peninjauan dilakukan guna memastikan bangunan koperasi aman, fungsional, serta sesuai standar teknis dan tata ruang yang berlaku.

Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan bagian dari program penguatan ekonomi masyarakat desa di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Kabupaten Maluku Barat Daya.

Dandim 1511/Pulau Moa Letkol Inf. Nuriman Siswandi memberikan berdialog dengan Kasub Ditbinkombak Sdirter Pusterad Kolonel Inf M. Ibnu. Subroto, saat peninjuan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kecamatan Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Selasa, 5 Mei 2026.

Sebelumnya, Komandan Kodim 1511/Pulau Moa Letkol Inf Nuriman Siswandi melaporkan terdapat sekitar 80 titik koperasi yang dibangun di wilayah MBD berdasarkan hasil survei dan pemetaan lahan.

“Pembangunan koperasi ini diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa,” ujar Nuriman dalam keterangannya.

Menurut dia, pembangunan dilakukan dengan metode karya bakti padat karya yang melibatkan masyarakat setempat sebagai tenaga kerja. Setiap titik pembangunan melibatkan sekitar 10 hingga 30 pekerja lokal untuk mengerjakan fondasi hingga struktur dasar bangunan.

Namun, pelaksanaan proyek menghadapi tantangan geografis karena Kabupaten Maluku Barat Daya terdiri atas puluhan pulau dengan akses transportasi terbatas.

Selain itu, sejumlah material seperti baja dan besi harus didatangkan dari luar daerah, termasuk dari Pulau Jawa. Distribusi material juga terkendala cuaca dan keterbatasan fasilitas pelabuhan di sejumlah wilayah kepulauan.

Kodim 1511/Pulau Moa saat ini terus mempercepat distribusi rangka atap untuk mendukung pembangunan koperasi dan gerai desa di berbagai pulau di MBD.

Hingga awal Mei 2026, sebanyak 37 titik rangka atap telah didistribusikan. Sebanyak 10 titik lainnya siap dikirim, 21 titik masih dalam tahap pabrikasi, dan 12 titik menunggu jadwal pengiriman berikutnya.

Distribusi material telah menjangkau sejumlah pulau, antara lain Pulau Moa, Letti, Lakor, Damer, Sermatang, Tepa, dan Wetang.

Kodim menargetkan seluruh pembangunan koperasi dapat selesai tepat waktu agar segera dimanfaatkan masyarakat sebagai pusat kegiatan ekonomi desa. (LB-01)

Exit mobile version