Poliwu, Lintas-berita.com, – Krisis air yang dialami peternak di Dusun Poliwu, Desa Tounwawan, Kecamatan Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), menjadi fokus perhatian program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1511/Pulau Moa.
Persoalan krisis air yang dihadapi peternak di Dusun Poliwu, Desa Tounwawan, Kecamatan Moa, MBD menjadi perhatian Satgas TMMD ke-128 Kodim 1511/Pulau Moa.
Keluhan tersebut mengemuka dalam dialog antara personel Satgas TMMD dan warga setempat pada Senin, 4 Mei 2026. Warga menyampaikan kesulitan memperoleh sumber air bagi ternak, terutama saat musim kemarau.
Salah seorang peternak, Oleng Saiklela, mengatakan mereka harus menggiring ternak cukup jauh hingga sekitar sembilan kilometer untuk mendapatkan air.
“Setiap musim kemarau kami harus membawa ternak cukup jauh untuk mendapatkan air. Kondisi ini sangat mempengaruhi pemeliharaan ternak,” ujarnya.
Menurut warga, keterbatasan akses air berdampak pada kesehatan dan produktivitas hewan ternak yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat di dusun tersebut.
Mendengar keluhan warga tersebut, Komandan Kodim 1511/Pulau Moa Letkol Inf Nuriman Siswandi mengatakan, persoalan kebutuhan air masyarakat menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan program TMMD.
“Kami akan berupaya membantu mencarikan solusi terkait kebutuhan air bagi peternak di wilayah ini,” kata Letkol Nuriman yang juga Komandan Satgas TMMD ke-128.
Selain persoalan air, Satgas TMMD juga berencana memberikan pendampingan kepada peternak melalui kegiatan penyuluhan dan pelayanan kesehatan hewan.
Menurutnya, pendampingan tersebut mencakup sosialisasi pemeliharaan ternak, pemeriksaan kesehatan hewan, serta pemberian obat-obatan dan vitamin untuk menjaga kondisi ternak tetap sehat.
Ia menegaskan, program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga menyasar persoalan sosial dan ekonomi masyarakat.
Respons Satgas TMMD itu disambut positif warga Dusun Poliwu. Mereka menilai pendekatan dialogis yang dilakukan membuat masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi secara langsung.
Warga berharap upaya penanganan kebutuhan air dapat segera direalisasikan mengingat sektor peternakan menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat setempat.
Program TMMD ke-128 di wilayah Maluku Barat Daya mengedepankan pendekatan partisipatif melalui dialog dengan masyarakat untuk menggali kebutuhan dasar warga dan mencari solusi yang sesuai dengan kondisi lapangan. (LB-01)







