Tiakur, Lintas-berita.com, — Upaya menemukan delapan penumpang speedboat rute Sinairusi–Tepa yang hilang di perairan Pulau Dai, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), masih berlanjut. Memasuki hari kedelapan operasi pencarian, tim gabungan SAR kembali menyisir sejumlah sektor pencarian meski menghadapi kendala cuaca dan keterbatasan komunikasi di wilayah operasi.
Kepala Kantor Basarnas Ambon, Muhammad Arafah, mengatakan pencarian tetap dilakukan dengan mengerahkan seluruh unsur SAR yang terlibat. Menurut dia, operasi akan terus berlangsung dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan keselamatan personel.
“Pada hari kedelapan ini, operasi pencarian tetap dilanjutkan dengan mengerahkan seluruh unsur SAR gabungan untuk menyisir area pencarian yang telah ditentukan,” ujar Arafah dalam laporan operasi SAR harian, Jumat (19/6/2026).
Dalam operasi tersebut, tim dibagi menjadi dua unit pencarian atau Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 melakukan penyisiran menggunakan Kapal Banda Sea milik Dinas Perikanan Provinsi Maluku, sedangkan SRU 2 bergerak dengan armada speedboat milik masyarakat.
Sebelumnya, salah satu unsur pendukung pencarian mengalami kendala teknis. Pada Kamis (18/6/2026), Kantor SAR Ambon menerima laporan dari Satpolair Maluku Barat Daya mengenai gangguan mesin pada Kapal Polisi XVI-2006 saat berada di perairan Pulau Damer.
Kapal tersebut kemudian dievakuasi dengan sistem penarikan menggunakan kapal LCT menuju Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Meski demikian, Arafah memastikan kendala tersebut tidak menghentikan proses pencarian.

“Meskipun salah satu armada mengalami kendala teknis, koordinasi dan upaya pencarian tetap dilakukan oleh unsur SAR gabungan yang berada di lapangan,” katanya.
Operasi pencarian melibatkan 89 personel dari berbagai unsur, termasuk Kantor SAR Ambon, Pos SAR Saumlaki, Polairud Polda Maluku, TNI Angkatan Laut, Polres MBD, BPBD MBD, Koramil Tepa, Polsek Tepa, Syahbandar Tepa, Dinas Kesehatan, pemerintah desa, tokoh agama, serta masyarakat setempat.
Sejumlah sarana juga dikerahkan dalam operasi ini, di antaranya Kapal Banda Sea milik Dinas Perikanan Maluku dan satu unit speedboat milik warga untuk mendukung penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
Tim SAR berharap kondisi perairan yang relatif mendukung dapat membantu proses pencarian. Berdasarkan laporan lapangan, tinggi gelombang berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter.
Operasi akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban yang masih dinyatakan hilang berhasil ditemukan. Tim gabungan juga tetap mengutamakan faktor keselamatan selama melakukan pencarian di wilayah perairan Pulau Dai dan sekitarnya. (*/LB-01)







