Tepa, Lintas-berita.com, – Komandan Kodim (Dandim) 1511/Pulau Moa, Letkol Inf Nuriman Siswandi, bertemu para guru, siswa dan elemen masyarakat di Kecamatan Babar Barat, pada Rabu (17/09/25)
Pertemuan dengan para guru dan siswa serta elemen masyarakat di Tepa, ibu kota kecamatan Babar Barat itu, dianggap sangat penting dan krusial untuk membahas dan mengevaluasi program Makan Bergisi Gratis (MBG), menyusul terjadinya kasus puluhan siswa keracunan makasan usai mengonsumsi MBG, pada 11 September 2025.
Pertemuan itu juga difokuskan untuk mengevaluasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Berkat Harmony Babar, selaku penanggungjawan program MBG di kecamatan tersebut.
Dalam tatap muka itu, Dandim Nuriman Siswandi menyampaikan keprihatinannya terhadap kejadian tersebut, dan ia menekankan pentingnya jaminan keamanan pangan bagi anak-anak sekolah.
“Keselamatan dan kesehatan para siswa adalah prioritas utama kita. Insiden keracunan ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua, untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap kualitas dan sterilisasi makanan yang disajikan,” ujar Dandim.
Pertemuan ini menjadi wadah diskusi terbuka antara pihak pendamping program MBG, institusi pendidikan, kesehatan dan masyarakat untuk mengidentifikasi akar masalah serta merumuskan langkah-langkah preventif yang konkrit.
Berbagai masukan dan usulan dari para guru, siswa, serta perwakilan masyarakat diterima untuk perbaikan sistem penyediaan makanan di waktu mendatang.
Dandim Nuriman juga menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan seluruh pihak terkait, termasuk Yayasan Berkat Harmony Babar, guna memastikan bahwa program MBG dapat berjalan optimal, tanpa mengabaikan standar kebersihan dan keamanan pangan.
Diharapkan, melalui evaluasi menyeluruh ini, kejadian serupa tidak akan terulang dan para siswa dapat menerima asupan gizi yang aman dan berkualitas. (LB-01)







