Tiakur, Lintas-berita.com, – Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Maluku Barat Daya (MBD) resmi dibuka di di Gedung Serbaguna Tiakur, Senin (15/12/2025).
Porkab yang dibuka oleh Asisten III Setda MBD, Yafet Lelatobur mewakili Bupati Benyamin Thomas Noach, menjadi tahapan penting untuk seleksi atlet pencak silat menuju Pekan Olahraga Provinsi Maluku (POPMAL) V tahun 2026.
Porkab ini menjadi ajang seleksi resmi bagi atlet pencak silat dari berbagai kecamatan dan perguruan di Maluku Barat Daya. Sebanyak 48 pesilat ambil bagian dalam kejuaraan yang mempertandingkan kategori tanding dan seni, putra maupun putri.
Ketua IPSI MBD, Cak Laikuka, menyatakan Porkab bukan sekadar turnamen rutin, melainkan bagian penting dari proses pembinaan prestasi. Menurut dia, kejuaraan ini dirancang untuk menjaring bibit unggul yang akan dipersiapkan mewakili daerah pada POPMAL 2026.
“Kegiatan ini memiliki arti strategis karena menjadi proses seleksi atlet potensial yang akan membawa nama Kabupaten Maluku Barat Daya di tingkat provinsi,” kata Cak Laikuka.
Ia menegaskan pencak silat tidak hanya diposisikan sebagai cabang olahraga prestasi, tetapi juga sebagai warisan budaya bangsa yang menjunjung nilai sportivitas dan persaudaraan. Karena itu, para atlet diminta menampilkan kemampuan terbaik dengan tetap menjaga etika bertanding.
“Kemenangan dan kekalahan adalah hal biasa, tetapi sportivitas dan sikap ksatria harus dijunjung tinggi. Hasil seleksi ini akan menentukan siapa yang masuk dalam tim inti MBD menuju POPMAL 2026,” ujarnya.
Sedangkan Asisten III Setda MBD, Yafet Lelatobur dalam sambutan tertulis mewakili Bupati Benyamin Noach menegaskan, Porkab memiliki nilai strategis sebagai wadah silaturahmi sekaligus pembinaan atlet pencak silat di Bumi Kalwedo.
“Kegiatan ini menjadi bagian integral dari persiapan menghadapi POPMAL Ke-V Tahun 2026 di Ambon. Pemerintah daerah mendorong kesiapan atlet agar mampu meraih prestasi terbaik di tingkat provinsi,” kata Yafet.
Pemerintah daerah, menurut dia, menaruh perhatian besar pada proses seleksi yang profesional dan transparan. Ia juga meminta para atlet menjadikan Porkab sebagai ajang pembuktian hasil latihan, tanpa mengabaikan nilai fair play dan kepatuhan terhadap aturan pertandingan.
“Ikuti arahan pelatih dan keputusan wasit. Kesuksesan kejuaraan ini juga ditentukan oleh kedisiplinan seluruh pihak,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan kepada jajaran IPSI dan KONI MBD atas kerja sama dalam mempersiapkan Porkab sebagai bagian dari sistem pembinaan olahraga daerah.
Porkab IPSI MBD diikuti enam kontingen, yakni Kecamatan Letti, Kecamatan Kisar Utara, Kecamatan Kisar Selatan, Perwakilan PSHT Cabang MBD, Perwakilan Ranting Kota Tiakur Cabang MBD, serta Komisariat Kampus PSKUD Universitas Pattimura.
Para atlet bertanding di 12 kelas yang diperlombakan, meliputi kelas A hingga F putra, kelas A hingga D putri, serta kelas seni putra dan putri. Jumlah peserta terbanyak terdapat pada kelas tanding putra dan putri, yang menjadi fokus utama seleksi atlet menuju POPMAL.
Ketua KONI Kabupaten MBD, Roy Mesdila, bersama sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut. Hadir pula unsur kelurahan, tokoh agama, perangkat wasit, panitia kejuaraan, serta seluruh atlet pencak silat peserta Porkab.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pertandingan pencak silat yang berlangsung hingga malam hari. Panitia mencatat pelaksanaan kejuaraan berjalan lancar dan aman.
Melalui Porkab ini, IPSI MBD berharap dapat memperoleh gambaran utuh mengenai kesiapan atlet daerah sekaligus menyusun program pembinaan lanjutan. Hasil seleksi akan menjadi dasar penetapan atlet yang diproyeksikan memperkuat kontingen Maluku Barat Daya pada POPMAL 2026. (LB-01)







