Ambon, Lintas-berita.com, – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ambon menyiagakan 11 kapal ferry dan menambah frekuensi pelayaran untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah Maluku.
General Manager ASDP Cabang Ambon Syamsudin Tanassy mengatakan seluruh armada telah dipersiapkan sejak jauh hari untuk memastikan pelayanan penyeberangan selama periode libur Lebaran berjalan aman dan lancar.
“Kami sudah melakukan persiapan matang, mulai dari kesiapan armada kapal hingga pengaturan sistem operasional agar perjalanan masyarakat dapat berlangsung aman dan lancar,” kata Syamsudin di Ambon, Jumat, 13 Maret 2026.
Ia menjelaskan, ASDP Ambon mengelola dua segmen utama di wilayah Maluku, yakni layanan pelayaran antar pulau dan pengelolaan pelabuhan penyeberangan.
Untuk sektor pelabuhan, ASDP mengelola empat pelabuhan utama, yakni lintasan Galala–Namlea serta Hunimua–Waipirit yang menjadi jalur penting mobilitas masyarakat antara Pulau Ambon, Seram, dan Buru.
Sebanyak tiga kapal dari total 11 armada yakni KMP Tanjung Madlahar, KMP Lobster dan KMP Temi beroperasi di wilayah Maluku Tenggara. KMP Tanjung Madlahar melayani sejumlah rute pelayaran seperti Tual–Tayando–Kur, Tual–Holat–Banda Eli, hingga Tual–Elat.
Selain itu terdapat KMP Lobster melayani lintasan Tual–Kur–Kesui, Tual–Dobo, Dobo–Lamira, Dobo–Benjina, serta Dobo–Serwatu. Sedangkan KMP Temi melayani lintasan Tual–Kaimana, Fak fak–Lobo, dan Tual–Larat.
Sementara kapal lainnya beroperasi di wilayah Pulau Ambon, Pulau Seram, dan Pulau Buru yang selama musim libur biasanya mengalami peningkatan jumlah penumpang.
Pada lintasan Hunimua–Waipirit, yang menjadi jalur penyeberangan utama dan mendapat perhatian nasional saat musim mudik, ASDP menyiagakan empat kapal, yakni KMP Roka Tenda, KMP Terubuk, KMP Inalika, dan KMP Erana. Layanan tersebut juga didukung dua kapal milik PD Panca Karya, yaitu KMP Sardinela dan KMP Badaleon.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, ASDP Ambon juga meningkatkan frekuensi pelayaran. Dalam kondisi normal, perusahaan mengoperasikan sekitar 13 trip pelayaran per hari, namun selama periode Lebaran jumlahnya ditingkatkan menjadi 17 trip per hari.
Dengan sistem operasional tersebut, kapal dapat diberangkatkan dari dermaga setiap satu jam sekali.
Menurut Syamsudin, pola ini sebelumnya telah diterapkan saat periode libur Natal dan Tahun Baru dan terbukti efektif mengurangi waktu tunggu penumpang.
Selain menambah frekuensi pelayaran, ASDP juga mempercepat waktu bongkar muat kapal di pelabuhan. Jika pada hari normal waktu sandar kapal mencapai satu jam, pada periode padat dipersingkat menjadi sekitar 45 menit.
Untuk menghadapi puncak arus mudik, ASDP akan mengoperasikan KMP Terubuk selama 24 jam non-stop pada 17–18 April 2026, guna membantu mengurai kepadatan penumpang di lintasan utama.
ASDP juga telah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh armada kapal bekerja sama dengan UPT Pelabuhan Tulehu guna memastikan kelayakan operasional kapal.
“Kami berharap seluruh perjalanan berjalan aman dan lancar sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan nyaman,” ujar Syamsudin.
Ia mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar membeli tiket secara daring melalui situs resmi TripFerry guna menghindari antrean di pelabuhan.
Selain itu, ASDP Ambon bekerja sama dengan Angkasa Pura menyediakan 800 tiket perjalanan gratis bagi masyarakat. Program tersebut dilengkapi dengan jaminan asuransi bagi penumpang, sedangkan mekanisme pembagiannya diatur oleh pihak Angkasa Pura. (LB-04)







