Selain Perpustakaan, TMMD Diharapkan Ikut Perbaiki Gedung SD Moain

TMMD
Kepala SD Negeri Moain Hertina Yana.

Moain, Lintas-berita.com, – Rehabilitasi perpustakaan SD Negeri Moain Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) oleh Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Namun, sekolah berharap program tersebut juga dapat diperluas untuk memperbaiki gedung utama SD Moain yang dinilai sudah tidak layak digunakan.

Program rehabilitasi perpustakaan yang dilakukan Satgas TMMD ke-128 Kodim 1511/Pulau Moa di SD Negeri Moain, Desa Moain, MBD masih terus berjalan. Perbaikan itu menjadi bagian dari sasaran fisik program TMMD di wilayah tersebut.

Rehabilitasi difokuskan pada pembenahan atap, dinding, lantai dasar, dan plafon bangunan perpustakaan yang mengalami kerusakan akibat usia bangunan.

Perpustakaan sekolah itu diketahui telah berdiri sejak 2010 dan kondisinya dinilai tidak lagi layak digunakan.

Kepala SD Negeri Moain Hertina Yana menyampaikan apresiasi atas perhatian TNI terhadap fasilitas pendidikan di sekolahnya. Menurut dia, perbaikan perpustakaan sangat membantu siswa dan guru dalam menunjang kegiatan belajar.

“Kami sangat bersyukur karena perpustakaan akhirnya mendapat perhatian dan mulai diperbaiki. Ini sangat berarti bagi sekolah dan anak-anak,” ujarnya kepada wartawan, Senin (4/5/2026).

Meski demikian, Hertina berharap program TMMD tidak hanya berhenti pada rehabilitasi perpustakaan, tetapi juga dapat menyasar gedung utama sekolah yang dinilai mengalami kerusakan cukup serius, terutama pada bagian atap.

“Harapan kami bukan hanya perpustakaan yang diperbaiki, tetapi kalau memungkinkan gedung sekolah juga bisa mendapat perhatian karena kondisi atapnya sudah tidak layak,” katanya.

Ia mengatakan masih ada sejumlah fasilitas sekolah lain yang membutuhkan pembenahan, termasuk sarana olahraga seperti lapangan bola voli. Namun, usulan tersebut belum dapat direalisasikan dalam program TMMD tahun ini.

Menurut Hertina, SD Negeri Moain saat ini memiliki 89 siswa dengan dukungan 10 tenaga pengajar yang terdiri atas tujuh guru pegawai negeri sipil dan tiga guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K).

Ia menilai keterlibatan TMMD dalam rehabilitasi fasilitas pendidikan menunjukkan kepedulian terhadap kondisi sekolah di daerah terpencil.

“Bagi kami, perhatian ini sangat berarti karena tidak semua wilayah mendapat kesempatan seperti ini. Kehadiran TMMD memberi dampak langsung bagi sekolah,” ujarnya.

Program TMMD ke-128 di Desa Moain tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur umum, tetapi juga menyasar fasilitas pendidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah kepulauan.

Dengan rehabilitasi yang masih berlangsung, perpustakaan SD Negeri Moain diharapkan dapat kembali dimanfaatkan secara optimal sebagai ruang belajar dan sarana peningkatan minat baca siswa. (LB-01)