Setelah Sembilan Hari, Operasi Pencarian Korban Longboat Tenggelam di Pulau Dai Dihentikan

Operasi pencarian korban

Tepa, Lintas-berita.com, – Setelah berlangsung selama sembilan hari, operasi pencarian terhadap delapan korban yang hilang dalam kecelakaan longboat di perairan Pulau Dai, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), resmi dihentikan.

Penutupan operasi pencarian dilakukan di Kantor Syahbandar Tepa, Kecamatan Babar Barat, Sabtu (20/6/2026), dalam suasana haru yang dihadiri unsur pemerintah, Tim SAR gabungan, keluarga korban, kepala desa, serta tokoh masyarakat.

Camat Babar Barat, David Laipeny mengatakan keputusan penghentian pencarian dilakukan setelah seluruh upaya maksimal telah dilakukan oleh berbagai unsur yang terlibat sejak kejadian pada Kamis (11/6/2026).

“Sejak hari pertama kejadian, semua pihak telah berupaya melakukan pencarian. Pemerintah, Tim SAR, aparat keamanan, relawan, dan masyarakat telah bekerja bersama untuk menemukan para korban,” kata Laipeny.

Ia menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama proses pencarian berlangsung. Menurutnya, musibah tersebut menjadi duka bersama bagi masyarakat Babar Barat, khususnya keluarga korban.

Laipeny mengatakan, meski operasi pencarian telah ditutup, doa dan harapan bagi keluarga korban tetap menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat.

“Setiap kali tim melakukan pencarian, kita selalu berharap ada kabar baik. Namun apa pun hasilnya, kita tetap memberikan dukungan dan penguatan kepada keluarga yang terdampak,” ujarnya.

Selain menyampaikan duka, Laipeny juga menekankan pentingnya menjadikan peristiwa tersebut sebagai pembelajaran bersama, terutama dalam aspek keselamatan transportasi laut.

Menurut dia, masyarakat di wilayah kepulauan sangat bergantung pada transportasi laut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk perjalanan dari Pulau Dai menuju ibu kota Kecamatan Babar Barat di Tepa.

Namun, kondisi geografis laut yang memiliki tantangan tersendiri harus diimbangi dengan kesadaran terhadap keselamatan pelayaran.

Ia meminta para kepala desa agar terus memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya memperhatikan kapasitas angkut kapal, kondisi cuaca sebelum berlayar, serta penggunaan perlengkapan keselamatan seperti jaket pelampung.

Operasi pencarian korban

“Keselamatan pelayaran harus menjadi perhatian bersama. Jangan sampai kejadian seperti ini kembali terulang,” katanya.

Dia juga mendorong pemerintah desa untuk mengalokasikan Dana Desa bagi pengadaan perlengkapan keselamatan laut, terutama jaket pelampung, yang dapat digunakan masyarakat saat melakukan perjalanan laut.

Operasi pencarian korban melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD Kabupaten MBD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga medis, relawan, hingga masyarakat setempat.

Kecelakaan terjadi saat longboat yang membawa 10 penumpang berangkat dari Desa Sinairusi menuju Tepa. Dalam perjalanan, kapal tersebut mengalami musibah akibat kondisi cuaca buruk di sekitar perairan Pulau Dai.

Dari 10 penumpang, dua orang berhasil selamat setelah berenang berjam-jam menuju Desa Sinairusi, sedangkan delapan orang lainnya masih belum ditemukan hingga operasi pencarian dihentikan.

Penutupan operasi pencarian diakhiri dengan doa bersama sebagai bentuk penghormatan bagi korban serta penguatan bagi keluarga yang masih menanti kepastian.

Pemerintah Kecamatan Babar Barat berharap kejadian tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai keselamatan laut, terutama bagi warga yang sehari-hari bergantung pada transportasi laut sebagai sarana utama mobilitas. (LB-01)