Rutan Ambon Perkuat Komitmen Bersih dari Halinar, Gelar Sidak dan Tes Urine Acak

AMBON, Lintas-berita.com,- Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon kembali memperkuat komitmennya dalam mencegah peredaran barang terlarang dan penyalahgunaan narkotika melalui penggeledahan rutin serta tes urine secara acak, Jumat (2/10/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah deteksi dini untuk menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus menciptakan lingkungan Rutan yang bersih dari Halinar, yakni handphone, pungutan liar, dan narkoba.

Penggeledahan dimulai pukul 09.00 WIT dengan menyasar Blok Anggrek, khususnya Kamar 1 dan Kamar 2. Kegiatan dilaksanakan Tim Subseksi Pelayanan Tahanan (Pelta) dengan didampingi staf Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR).

Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dengan tetap mengedepankan sikap humanis serta berpedoman pada Standar Operasional Prosedur (SOP) penertiban.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah masuk dan beredarnya barang-barang yang dilarang sekaligus meminimalkan potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam blok hunian.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di dalam blok hunian. Barang tersebut antara lain satu terminal colokan, satu gulung kabel sambungan, satu kabel daya, satu roll kabel, satu botol kaca, satu sendok besi, satu dudukan obat nyamuk bakar, serta satu buku yang digunakan untuk menyembunyikan handphone.

Seluruh barang temuan kemudian diamankan petugas untuk didata dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain penggeledahan, Rutan Ambon juga melaksanakan tes urine secara acak sebagai langkah deteksi dini terhadap kemungkinan penyalahgunaan narkotika.

Pemeriksaan dimulai pukul 09.30 WIT dengan melibatkan satu orang pegawai dan lima orang warga binaan. Tes urine dilakukan oleh petugas Klinik Rutan dengan didampingi staf KPR.

Pengambilan sampel dilaksanakan sesuai SOP kesehatan dan pengamanan untuk memastikan proses pemeriksaan berlangsung tertib, transparan, dan terkontrol.

Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. Hasil tersebut mencakup satu pegawai dan lima warga binaan yang mengikuti pemeriksaan.

Kepala Rutan Ambon, Meta Putra, menegaskan bahwa penggeledahan dan tes urine merupakan bagian dari pengawasan rutin untuk memperkuat deteksi dini sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Rutan.

“Penggeledahan dan tes urine merupakan langkah deteksi dini yang kami lakukan secara rutin. Ini merupakan komitmen Rutan Ambon untuk menjaga lingkungan tetap aman, tertib, dan bersih dari Halinar,” ujar Meta.

Menurutnya, temuan sejumlah barang yang dilarang dalam penggeledahan menjadi perhatian jajaran Rutan Ambon untuk terus meningkatkan pengawasan terhadap blok hunian.

“Kami akan terus meningkatkan pengawasan dan melakukan pemeriksaan secara berkala. Setiap barang yang tidak diperbolehkan berada di dalam blok akan diamankan dan ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” tambahnya.

Sementara itu, hasil tes urine yang seluruhnya negatif menjadi bagian dari upaya deteksi dini yang terus dilakukan Rutan Ambon. Meski demikian, Meta menegaskan bahwa hasil tersebut tidak menjadi alasan bagi jajaran untuk mengurangi kewaspadaan.

“Kami bersyukur seluruh hasil tes urine hari ini negatif. Namun, kami tetap tidak boleh lengah. Pencegahan dan deteksi dini akan terus dilakukan untuk memastikan Rutan Ambon bersih dari penyalahgunaan narkoba,” jelasnya.

Melalui penggeledahan rutin dan tes urine acak tersebut, Rutan Kelas IIA Ambon terus memperkuat pengawasan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban sekaligus mendorong terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung proses pembinaan warga binaan agar berjalan optimal dalam lingkungan yang aman serta terbebas dari barang terlarang dan penyalahgunaan narkotika.(LB.04)

Penulis: Lely H Editor: Lintas-berita.com