BPBD MBD Bersama Satgas TMMD, Berikan Sosialisasi Dan Penyuluhan Terkait Bencana Alam

BPBD Bersama Satgas TMMD, Berikan Sosialisasi Dan Penyuluhan Terkait Bencana Alam

Wonreli, Lintas-Berita.Com_ Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) menggelar sosialisasi penanggulangan bencana alam bagi para siswa, guru dan seluruh kepala dusun di Pulau Kisar.

Sosialisasi dan penyuluhan itu merupakan rangkaian kerjasama pemerintah daerah bersama Satgas TMMD ke 115 tahun 2022, yang berlangsung di gedung serbaguna, Kecamatan Kisar Selatan, Senin (24/10/22).

Sekretaris BPBD MBD, Ardon Loyra lewat materinya mengatakan, bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan masyarakat. Baik oleh faktor alam dan/atau faktor non alam maupun faktor manusia, sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

Penanggulangan bencana, lanjutnya, telah diatur dalam undang-undang nomor 24 tahun 2007. Sehingga terbagi menjadi tiga bagian, yakni bencana alam, bencana non alam serta bencana sosial.

“Perbedaannya adalah, bencana alam diakibatkan oleh peristiwa yang disebabkan oleh alam. Untuk bencana non alam diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa non alam yang antara lain berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi, dan wabah penyakit. Sementara bencana sosial adalah bencana yang diakibatkan oleh manusia yang meliputi konflik sosial antar kelompok atau antar komunitas masyarakat, dan teror,” paparnya.

Dikatakan, adapun tips dasar kesiapsiagaan terhadap bencana yaitu, jangan panik, selamatkan diri sebelum membantu orang lain, peka dan amati lingkungan sekitar serta pastikan jalur keluar terdekat. Kemudian bekali diri dengan alat keselamatan dan pengetahuan tentang pertolongan pertama pada kecelakaan dan kegawatdaruratan.

Menurutnya, terdapat 14 jenis ancaman bencana yang berpotensi terjadi di Maluku diantaranya banjir, letusan banjir bandang, cuaca ekstrim, gelplAombang ekstrim dan abrasi, gempabumi, karhutla, kekeringan, tanah longsor, tsunami, kegagalan teknologi, epidemi dan wabah penyakit likuefaksi pandemi Covid-19.

“Lo perlu adanya pemahaman terhadap masyarakat tentang bahaya bencana alam di provinsi Maluku terkhususnya Kabupaten MBD,” tutup Ardon.(LB.01)