Tim Satgas TMMD Gelar Sosialisasi Dan Penyuluhan Stanting Dan Covid-19 Bagi Ibu-Ibu Di Pulau Kisar

Tim Satgas TMMD Gelar Sosialisasi Dan Penyuluhan Stanting Dan Covid-19 Bagi Ibu-Ibu Di Pulau Kisar

Wonreli, Lintas-Berita.com_ Tim Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-115 tahun 2022 Kodim 1511/Pulau Moa, menggelar sosialisasi dan penyuluhan stunting dan Covid-19, yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kecamatan Kisar Selatan, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Jumat (28/10/22).

Pasi Ter Kodim 1511/Pulau Moa, Kapten Inf R Totomutu, mengungkapkan, kegiatan sosialisasi dan penyuluhan tersebut disasarkan pada ibu rumah tangga, yang berada pada beberapa desa di Kecamatan Kisar Selatan dan Kisar Utara.

Menurutnya, sosialisasi dan penyuluhan tersebut dilakukan Tim Satgas TMMD dengan tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas di Pulau Kisar.

“Ada dua jenis materi yang disampaikan saat ini, yakni, stunting dan Covid-19. Hal ini disesuaikan dengan fokus penanganan kesehatan di Indonesia, terlebih khusus di Kabupaten MBD,” ungkapnya.

Berdasarkan data yang disampaikan Dinas Kesehatan Kabupaten MBD, terang Kapten Totomutu, angka stunting di kabupaten itu cukup tinggi. Namun sejak periode 2019 hingga 2020, angka stunting di MBD dapat ditekan, melalui berbagai program pemerintah daerah tersebut tahun 2020.

“Tercatat, jumlah stunting di Kabupaten MBD sebanyak 206 orang anak. Angka ini sangat banyak dibanding kabupaten-kabupaten yang ada di Provinsi Maluku,” terangnya.

Untuk itu, melalui sosialiasi dan penyuluhan tersebut, ungkapnya, telah disampaikan apa saja gejala stunting, faktor yang menyebabkan stunting serta cara mencegah stunting.

Selain itu, katanya, mayarakat juga diingatkan tentang keberadaan Covid-19 yang masih terus bermutasi dan menghasilkan varian atau virus baru, seperti, Alfa, Beta, Delta, Gamma dan sebagainya.

Salah satu varian Covid-19 yang sering ditemukan di Indonesia, lanjutnya, yaitu varian Delta yang memang lebih mudah dan cepat menular, dibanding dengan varian virus corona lainnya.

“Karena itu, kita berharap, apa yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga masyarakat terbebas dari gangguan virus yang menyebar dan mampu menjalani hidup sehat,” tandasnya.

Sementara ditempat yang sama Dr. Glorya Ahab dalam paparannya bahwa, kegiatan sosialisasi dan penyuluhan stanting ini juga memberikan edukasi kepada ibu-ibu hamil dan ibu yang menyusui . Hal ini bagaiman dapat bersama-sama kita mencegah stanting pada 1000 hari pertama balita itu yang perlu di cegah supaya tidak terjadi staning,” ungkapnya.

Lanjut Glorya, untuk ibu-ibu hamil harus rutin melakukan pemeriksaan ke posyandu dan bagi ibu menyusui pentingnya pemberian Asi elklusif bagi anak-anak di bawah 6 bulan serta ibu-ibu yang punya balita sering datang kontrol ke posyandu agar kami dari pihak posyandu dapat mengkotrol tinggi badan dan berat badan balita. Hal ini merupakan salah satu penyebat supaya tidak terjadinya stanting,”Ucapnya.

Menurut Glorya, sebagai petugas kesehatan di pulau kisar kususnya di kisar utara Puskesmas Lebelau dapat memerangi penurunan angka stanting yang mana angka stanting di tahun 2021 mencapai angka 11 orang anak dan di tahun 2022 ini sudah turun menjadi 4 orang anak.

Dirinya berharap dengan sudah turunnya angka stanting ini. Maka kami sebagai petugas terus memberikan edukasi dan interfensi langsung ke masyarakat kususnya ibu-ibu semoga angka stanting menurun dan tidak ada lagi stanting di kisar utara,” Terangnya.(LB.01)