Wabup Kilikily, Launcing Produk Daur Ulang Sampah Kemaslompa
Tiakur, Lintas-Berita.com_ Wakil Bupati Maluku Barat Daya, Drs. Agustinus L. Kilikily secara resmi melauncing Produk Daur Ulang Sampah Kelompok Masyarakat pengelolahan Sampah (Kemaslompa), inovasi proyek perubahan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabuoaten Maluku Barat Daya, Dalma Eoh, SP. yang merupakan peserta Pendidikan Kepemimpinan Nasional Tingkat II. Bertempat di Ruang Rapat Serbaguna Bappeda Litbang Kab.MBD, Rabu (23/11/22).
Dalam sambutan Wakil Bupati Agustinus L. Kilikily bahwa, berdasarkan peraturan Kepala Badan Administrasi Negara nomor 06 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Pelatihan Kepemimpinan Struktural, Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II bertujuan untuk pengembangan kompetensi peserta dalam rangka memenuhi standar kompetensi kepemimpinan strategi, guna menjamin terwujudnya akuntabilitas jabatan pimpinan tinggi (JPT) Pratama.
Lanjut Kilikily, Launching Kemaslompa ini merupakan tahapan / milestone akhir jangka pendek, yang bertujuan untuk memperkenalkan produk-produk hasil olahan daur ulang sampah oleh kelompok masyarakat. Maka itu Diharapkan dengan adanya inovasi ini dapat memotivasi masyarakat dalam peningkatan ekonominya serta visi misi Pemerintah Daerah secara bertahap dapat diwujudkan sesuai dengan kewenangan tugas pokok dan fungsi OPD,” Ungkapnya.
Menurutnya, proyek perubahan ini merupakan salah satu bentuk kebijakan teknis yang diambil oleh Reformer bersama seluruh staf Dinas Lingkungan Hidup dalam upaya mewujudkan Maluku Barat Daya yang bersih, indah, serasi dan bebas sampah. Oleh karena itu proyek tersebut juga di dukung dengan metode manajemen kepemimpinan yang baik serta stakeholders eksternal dan pemerintah Daerah, maka saya yakin dapat mewujudkan visi dan misi Kab.MBD yang tertuang dalam RPJMD Tahun 2021-2026, sesuai tugas pokok, fungsi dan kewenangan OPD.”jelas kilikily.
Sementara di tempat yang sama Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dalma Eoh dalam sambutannya juga menjelaskan kondisi yang dihadapi sekarang ini di Kota Tiakur dan sekitarnya termasuk Desa wakarlely bahwa seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, maka timbunan sampah yang dihasilkan oleh masyarakat menjadi bertambah. Hal ini menjadi persoalan yang harus segera ditangani. Disamping itu masih rendahnya tingkat partisipasi masyarakat untuk terlibat dalam pengelolaan sampah,” Terangnya.
Olehnya, Pengelolaan daur ulang sampah sebagai upaya mengatasi permasalahan sampah di kawasan perkotaan dan dapat menciptakan lapangan kerja baru guna meningkatkan ekonomi masyarakat,” tandasnya.
Dikatakannya, Proyek perubahan ini bertujuan untuk melatih kelompok masyrakat dalam memanfatkan berbagai limbah sampah dari hasil pembuangan sampah mandiri menjadi bahan yang bernilai ekonomis. Dengan demikian dapat berkontribusi dalam meningkatkan ekonomi masyarakat, meningkatkan lapangan kerja dan investasi di bidang pengelolaan sampah serta mewujudkan kota Tiakur dan sekitarnya bersih dan bebas dari masalah sampah,” Pungkas Eoh.(LB.01)







