Sekda Hadiri Rapat Koordinasi Perbenihan dan Perlindungan BBPPTP AMBON

Ambon, Lintas-Berita.com_Sekertaris Daerah Provinsi Maluku, Ir.Sadlie.Le menghadiri rapat kordinasi perbenihan dan perlindunga BBPPTP AMBON. Rapat kerjasama dalam rangka membangun Energi Pembangunan Perkebunan di wilayah Timur Indonesia guna menolong peningkatan Mutu, nilai tambah dan daya saing produk perkebunan untuk mempercepat pemulihan ekonomi Nasional.

Rapat kerjasama Koordinasi Perbenihan dan perlindungan BBPPTP Ambon ,dihadiri perwakilan Menteti Plt Direktur Jendral perkebunan Ir.Ali.Jamil,MP. Phd dan Kepala BBPPTP Ambon M. Rizal Ismail, SPMA. M.SI dan para Guru besar dan Sekretaris Maluku (sekda) Maluku.”Ir.Sadlie.Le Jumat (24/3/2022) di hotel Natsepa. Ambon.

Dalam kegiatan tersebut Sekda Sadlie Le menyampaikan arahan singkat ” bahwa ini merupakan satu
kesempatan baik untuk kita menambah pengetaguan oleh para guru besar dan para petani pengetahuan kita.ucapnya

Lebih lanjut ” Atas nama pemerintah daerah provinsi Maluku, saya juga meyampaikan terima kasih kepada balai besar perbenihan dan proteksi tanaman perkebunan , Ambon yang telah memilih provinsi Maluku sebagai tempat acara pelaksanaan kordinasi saat ini .” ucap sekda.

Tentunya merupakan langka strategis untuk membangun sinergi pembangunan perkebunan di wilayah timur Indonesia, yang diliputi Sulawesi,Maluku dan Papua guna meningkatkan mutu nilai tambah dan daya saing produk perkebunan, dalam rangka mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional di Indonesia.ujarnya

Dikatakan”:Sektor pertanian merupakan penyumbang perbenihan PBB yang cukup besar,” terutama subsektor perkebunan, pada triwulan dua tahun 2021 lebih tinggi dibandingkan dengan sub sektor lainnya,yakni’ 4,06%.

Seiring dengan membaiknya pemulihan ekonomi global,” akibat pendemi covid 19 saat ini,permintaan komunitas perkebunan serta permintaan luar Negeri untuk komoditas ulan cocao ,karet, cengkeh dan tembakau serta permintaan luar negeri untuk komunitas ,kelapa sawit, CPO terus meningkat.

Ditabahkan ” Peningkatan CPO telah berdampak pada kelangkaan minyak goreng di Indonesia, dimana kelangkaan CPI dipasar global, sementara suplait dalam negeri terbatas.

Sehubungan dengan Penyelenggaraan rapat koordinasi wilayah kerja
BBPPTP tahin 2022 rapat kordinasi saat ini mejadi media untuk meyarasikan program dan kefiatan pengembangan sektor perkebunan antara pemerintah pusat,Oemerintah Kabupaten Kota di wilayah kerja BBPPTP Ambon.
Peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan sektor perkebunan pada daerah-daerah yang termasuk wilayah kerja BBPPTP,tentunya terbuka lebar.

Selain itu juga perusahaan di dorong penguatan Kelembagaan petani melalui pembentukan koperasi petani

Komunitas perkebunan.penting di wilayah timur Indonesia termasuk Provinsi Maluku yang menjadi komunitas unggulan yakni pala, cengkeh dan kelapa sawit.jelasnya

meningkatkan produktifitas tanaman karena itu di tahun 2021 kemarin Maluku telah melakukan expor pala.ke Negara China sebanyak 56 ton, dan dibelanda sebanyak 8 ton mulai masuk ke Pasat Eropa ” ujarnya

Maluku juga sudah melakukan tim percepatan expor daerah, sehingga hadirnya program-program strategi kemetrian supaya kita membangun sinergitas dalam rangka mendorong produk produk perkebunan guna mewujudkan perkebunan ekonomi kita.

Pemerintah provinsi Maluku memberikan exsitensi labolatorium pengajian alpatacum sebagai salah satu peralatan expo ke Eropa,karena itu kami berharap BBPPTP atau melalui Kementrian Pertanian perkebunan Republik Indonesia dan direktorat perkebunan dapat mendukung, penyediaan labolatorium di maksud.

Dalam rangka mempercepat export pala.di Maluku menyebut baik program pala pusaka dan Desa organik oleh kementrian RI melalui BBPPTP Ambon.

Selain itu Pemerintah Provinsi Maluku bersama BBPPTP telah bersenisiasi untuk mendorong industri kelapa di kecamatan Temon nila Seruah Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) yang dapat dijadikan komunitas export.maluku serta mengatasi kelangkaan minyak goreng saat ini.

Sekda berharap bahwa, kemetrian pertanian agresif
dapat memberikan dukungan terhadap pengembangan desa organik, bahkan juga menyatakan kepada direktur bahwa kita mempunyai 1188 desa yang tersebar di 11 kabupaten kota ,dan 116 kecamatan ,untuk itu kita sangat membutuhkan program tersebut.”Tutupnya. (LB.01)