Warga Dusun Yawuru, Antusias Bantu Satgas TMMD Kerjakan RTLH Dan Jalan Rabat

Warga Dusun Yawuru, Antusias Bantu Satgas TMMD Kerjakan RTLH Dan Jalan Rabat

Wonreli, Lintas-Berita.com_ Masyarakat Dusun Yawuru, Desa Wonreli, Kecamatan Kisar Selatan, Kabupaten Maluku Barat Daya, antusias mendukung pelaksanaan Tentara manungal membangun Desa (TMMD) ke-115 Kodim 1511/Pulau Moa.

Mendapat bantuan renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) dan pembangunan jalan rabat, masyakat Dusun Yawuru berbondong-bondong membantu anggota Satgas TMMD dalam pekerjannya, Kamis (12/10/22).

Salah satu masyarakat yang mendapat bantuan renovasi RTLH yakni, Alfaris Samloy mengungkapkan, pelaksanaan Tentara Manungal Membangun Desa (TMMD) di Pulau Kisar sangat membantu masyarakat, khususnya bagi masyarakat kurang mampu,” Ucapnya.

“Penghasilan saya sebagai petani, tentu membuat keinginan kita untuk membangun rumah yang memadai bagi keluarga sangatlah sulit. Tentu kita akan lebih mengutamakan kebutuhan anak, seperti, pendidikan dan kebutuhan sehari-hari. Apalagi istri saya hanya pedagang sayur, maka sudah pasti keinginan untuk membangun rumah yang layak bagi keluarga harus ditunda,” ungkapnya .

Oleh karena itu, lewat TMMD yang ke-115 tersebut ini, dirinya sangat terbantu untuk mewujudkan keinginan memiliki rumah yang layak huni.

Di lokasi berbeda, masyarakat sangat antusias membantu Satgas TMMD dalam pekerjaan pembangunan jalan rabat (Setapak).

Secara bergotong royong, masyarakat dan Satgas TMMD membersihkan lokasi sepanjang 400 M yang akan digunakan untuk pembangunan jalan rabat (Setapak) tersebut.

Salah satu warga Dusun Yawaru, Hermanus Letelay, mengatakan, pembangunan jalan rabat di dusun itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat,” Pungkasnya.

Jalan tersebut merupakan salah satu akses masyarakat menuju ke sumur tempat mengambil air bersih. Sehingga pembangunan jalan itu, tentu masyarakat dapat lebih mudah menuju sumur.

“Saya menilai, pelaksanaan TMMD ke-115 sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dan meringankan beban masyarakat, khususnya masyarakat kurang mampu,” pungkas Hermanus. (LB.01)

Exit mobile version