Pangdam Pattimura Siapkan Lomba Pacuan Kuda di MBD, Total Hadiahnya Rp100 Juta

Pacuan kuda
Pangdam XV Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto menyerahkan plakat kepada Wakil Bupati MBD Agustinus L. Kilikily bertepatan dengan penutupan TMMD ke-128 Kodim 15111/Pulau Moa, di Desa Moain, MBD, Kamis (21/5/2026).

Moain, Lintas-berita.com, — Panglima Kodam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto menyiapkan lomba pacuan kuda di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) pada 5 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI. Kegiatan itu direncanakan menjadi agenda tahunan dengan memperebutkan piala bergilir Pangdam XV/Pattimura.

Rencana tersebut disampaikan Pangdam Dody kepada wartawan usai menutup pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 tahun 2026 Kodim 1511/Pulau Moa di Lapangan Bola Desa Moain, Kamis (21/5/2026).

Menurut dia, gagasan penyelenggaraan pacuan kuda muncul setelah melihat antusiasme dan kekompakan masyarakat selama pelaksanaan TMMD di Pulau Moa.

“Dengan kegiatan TMMD ini banyak berkahnya, timbul inspirasi nanti kita akan melaksanakan pacuan kuda pada 5 Oktober 2026,” kata Dody kepada wartawan.

Ia mengatakan lomba tersebut akan menjadi agenda rutin tahunan di Maluku Barat Daya dan diharapkan berkembang menjadi salah satu daya tarik wisata daerah.

Untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan itu, Pangdam menyiapkan total hadiah sebesar Rp100 juta bagi para pemenang. Juara pertama akan memperoleh Rp50 juta, juara kedua Rp30 juta, dan juara ketiga Rp20 juta.

Selain hadiah lomba, Pangdam juga menyiapkan dana Rp100 juta untuk biaya pelaksanaan kegiatan. “Nanti saya siapkan piala bergilir dan Rp100 juta untuk biaya pelaksanaan kegiatan pacuan kuda tanggal 5 Oktober 2026,” tegasnyanya.

Ia menyebut pemerintah daerah dan Forkopimda Kabupaten MBD akan dilibatkan dalam persiapan kegiatan tersebut.

Menurut dia, pacuan kuda dapat menjadi pintu masuk pengembangan potensi wisata dan budaya lokal di wilayah perbatasan dengan negara tetangga Timor Leste itu.

Pangdam berharap kegiatan tersebut menjadi motivasi bagi generasi muda sekaligus mendorong lahirnya agenda wisata yang berkelanjutan di MBD.

“Ini menjadi budaya yang patut kita kembangkan dan menjadi destinasi wisata yang bisa dikenal secara nasional maupun internasional,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap kondisi sosial masyarakat MBD yang dinilai memiliki semangat persaudaraan dan kebersamaan yang kuat.

“Saya melihat masyarakatnya sangat bersahabat, sangat komunikatif, dan saya tidak melihat ada pertikaian di sini,” ujar pangdam.

Menurut dia, potensi daerah yang dimiliki MBD sebagai beranda NKRI perlu terus dikembangkan agar dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.

“Kita gali potensi yang ada yang diberikan Tuhan kepada kita. Saya sangat optimistis Kabupaten MBD jauh lebih bagus ke depan,” katanya. (LB-01)

Exit mobile version