Pangdam Pattimura: TMMD di Pulau Moa Berpeluang Jadi Terbaik Nasional

TMMD
Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto bersama Forkopimda MBD berpose dengan latar belakang Gunung Kerbau, Rabu (20/5/2026).

Tiakur, Lintas-berita.com, — Panglima Kodam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto menilai pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 di Pulau Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), memiliki potensi dan berpeluang menjadi salah satu yang terbaik di tingkat nasional.

Optimisme tersebut disampaikan Pangdam saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Maluku Barat Daya, Rabu (20/5/2026).

Menurut Dody, pelaksanaan TMMD di Pulau Moa tidak hanya menonjol dari sisi pembangunan fisik dan nonfisik, tetapi juga memiliki kekuatan pada aspek budaya lokal yang dapat menjadi nilai tambah dalam penilaian tingkat nasional.

“Saya berharap TMMD ke-128 Kodim 1511/Pulau Moa bisa menjadi yang terbaik di tingkat nasional dengan menampilkan kekayaan budaya daerah sebagai over prestasi,” kata pangdam.

Ia mengatakan keberhasilan program TMMD tidak hanya diukur dari hasil pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan daerah dalam memperkenalkan identitas budaya dan potensi wisata lokal kepada masyarakat luas.

Salah satu potensi budaya yang mendapat perhatian Pangdam adalah tradisi pacuan kuda dan pentas kerbau yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Maluku Barat Daya.

Menurut dia, budaya lokal tersebut dapat menjadi kekuatan tersendiri yang membedakan TMMD di Pulau Moa dibandingkan daerah lain di Indonesia.

“Pacuan kuda dan budaya masyarakat di sini luar biasa. Ini bisa menjadi nilai tambah yang sangat baik untuk memperkenalkan daerah sekaligus mendukung penilaian TMMD,” ujarnya.

Program TMMD ke-128 Kodim 1511/Pulau Moa sendiri dilaksanakan di Desa Moain, Kecamatan Moa, dengan sejumlah sasaran pembangunan fisik maupun nonfisik.

Beberapa pekerjaan fisik yang telah diselesaikan antara lain pembangunan rumah tidak layak huni, fasilitas air bersih melalui sumur bor, jalan rabat desa, rehabilitasi fasilitas pendidikan, hingga pembangunan sarana umum lainnya.

Selain pembangunan fisik, program tersebut juga diisi dengan berbagai kegiatan penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari penguatan kemanunggalan TNI dan rakyat.

Pangdam Dody mengakui persaingan menuju juara nasional TMMD tidak mudah karena program serupa juga dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia.

Namun, ia optimistis dengan dukungan masyarakat dan kerja sama seluruh pihak, Pulau Moa mampu menunjukkan kualitas pelaksanaan TMMD yang baik sekaligus mempromosikan potensi daerah.

“Dengan kerja sama seluruh pihak dan dukungan masyarakat, saya optimistis Pulau Moa mampu menunjukkan keunggulan daerah sekaligus memberikan dampak positif bagi pembangunan dan promosi pariwisata lokal,” katanya.

Pemkab MBD berharap pelaksanaan TMMD ke-128 dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekaligus mendukung percepatan pembangunan di wilayah perbatasan dan kepulauan. (LB-01)

Exit mobile version