Dandim 1511/P. Moa Hadiri Peresmian/Penthabisan Gedung Gereja Santo Petrus Kisar
Kisar, Lintas-Berita.com_ komendan kodim 1511/Pulau Moa Letkol Inf. Galih Perkasa menghadiri Peresmian/Penthabisan gedung Gereja Katolik Santo Petrus Kisar, di Desa Wonreli Kecamatan Pulau Kisar Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Senin (23/10/23).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut yakni, Bupati Kab. MBD (Benyamin Th Noach, ST bersama Ibu Rely Noach), Wakil Bupati Kab.MBD (Drs. Agustinus L Kilikily, M.Si), Dandim 1511/P. Moa (Letkol Inf Galih Perkasa bersama Ibu Tina Galih Perkasa), Wakapolres MBD (Kompol Djesi Batara, S.Sos), Ketua DPRD Kab. MBD (Petrus A Tunay, A.Md), Pj sekda Kab. MBD (Drs Daud Remialy), Uskup Diosis Amboina (Mgr Onni Ngutra), MPH Sinode GPM (Pdt Nengsi Soisa, S.Th), Ketua Klasis GPM Pp. Kisar (Pdt Allan Laimeheriwa, S.Th, Anggota DPR RI (Merci Barens, ST), Wakil Ketua I DPRD Kab. MBD (Ever Mozes), Camat Kisar Selatan (Jhon P Mosse, SE), Camat Kisar Utara (Fernando R Rupilu, SH, LLM), Danramil 1511-05/Wonreli (Kapten Chb W Lerebulan), Kalapas Wonreli ( C. Thenu SH), Danpos TNI AL Pulau Kisar (Letda Hum Musa, SH), Kapolsek Kisar (Iptu Pol H Laimeheriwa, Para Asisten Setda Kab. MBD, Para Staf ahli Bupati Kab. MBD dan pimpinan OPD lingkup Pemda Kab. MBD, Para Kepala Desa dan Kepala Dusun Se-Pulau Kisar
Dalam sambutan Bupati Maluku Barat Daya MBD Benyamin Th Noach, menyampaikan
Menyambut dengan suka cita dengan dipenuhi rasa syukur, karena pada kesempatan yang hangat ini, Bapak Uskup Amboina dapat hadir di acara peresmian serta pemberkatan Gereja Katolik Santo Petrus Wonreli,” kata Bupati.
“kehadiran yang mulia uskup Amboina bapak Mgr Inno Ngutra bersama-sama dengan kita di tempat ini, dan juga menyampaikan permohonan maaf dalam hal ini pemerintah belum bisa mempersembahkan bangunan gedung yang lebih megah, Semoga kedepan pemerintah bisa mempersembahkan yang lebih baik lagi,” Ucap Noach.
Lanjut Noach mengatakan, kepada warga Jemaat agar dapat menggunakan bangunan gereja dengan baik, untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan, sekaligus menjalin hubungan sosial yang baik antar sesama masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, bangunan gereja ini adalah sebagai sarana beribadah dan sarana berinteraksi dan bersosialisasi senantiasa dijaga sebaik mungkin karena ini adalah aset kampung yang dipersembahkan susah payah oleh pemerintah, digunakan secara maksimal dengan waktu lama,” Ungkap Bupati.
Selain itu juga Bupati Mengapresiasi kerja sama serta gotong-royong masyarakat dalam bahu membahu berhasil membangun Gereja ini. Gereja yang dibangun atas swadaya, dan bantuan pemerintah daerah itu, begitu nyaman dipandang mata.
Gereja ini bukan sekedar bangunan rumah ibadah. Namun, harus diingat, gereja ini berdiri atas berkat Tuhan Yang Maha Kuasa. Untuk itu, gunakan gereja ini dengan sebaik-baiknya,” Terangnya.
Sementara itu Uskup agung Diosis Amboina Mgr Inno Ngutra dalam sambutannya menyampaikan, ucapan selamat kepada masyarakat, karena Pemerintah kabupaten MBD bersama Pemerintah Desa Wonreli Kecamatan Kisar Selatan telah membangun tempat ibadah bagi umat Katolik. Bersar berharapnya agar masyarakat dapat merawat dengan baik gedung gereja yang telah terbangun di Wonreli.
Lanjut Uskup, pemberkatan gereja ini berlangsung dengan baik dan lancar dan selamat kepada umat Gereja Katolik Santo Petrus, yang telah memiliki rumah ibadah yang memadai, yang menjadikan anda sekalian bersyukur sekaligus bangga dengan rumah ibadah ini, maka saya berharap rumah ibadah ini dirawat dengan baik dan yang paling utama digunakan dengan sebaik-baiknya.
Sementara itu, Uskup juga meminta kepada Bapak Dandim, agar Daerah-daerah perbatasan seperti di pulau Wetar dibekali dengan persenjataan, Karena Daerah-daerah tersebut sangat dekat dengan Negara tetangga yakni RDTL.
Oleh karena itu sebagai uskup Amboina Mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Bapak Bupati, Bapak Camat dan Kepala Desa yang telah menerima serta bekerja sama dalam membangun Gereja Katolik ini secara bersama-sama.
“Semoga dengan adanya gedung Gereja ini, para umat yang merupakan gereja-gereja rohani dapat mengemban misi pelayanan gerejani yang berlandaskan cinta kasih sesuai amanat Sang Kepala Gereja Yesus Kristus Tuhan Kita.
Melalui peristiwa sukacita ini dapat menjadi momentum yang tepat untuk memperkokoh semangat persekutuan atau Koinonia sebagai umat Katolik yang bersekutu, berpartisipasi dan bermisi,” Pungkasnya.(LB.01)
