Tiakur, Lintas-Berita.com – Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Blok Masela Ltd dalam hal ini Inpex dan Shell akan melakukan survei lanjutan untuk melengkapi dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) pada Proyek Ladang Gas Abadi Blok Masela, di Kabupaten Kepulauan Maluku Barat Daya (MBD), Provinsi Maluku.
Ketua Tim Peneliti Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) Institut Pertanian Bogor (IPB), Rubin Tjamin membenarkan pihaknya akan melakukan survei rona lingkungan di Kabupaten MBD selama delapan hari, untuk keperluan perbaikan dokumen Amdal Pengembangan Lapangan Gas Abadi Inpex Masela, Ltd.
Rubin saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) di ruang Serbaguna Tiakur dengan tema Baseline Data dan Integrasi Wilayah Kabupaten MBD Amdal Pengembangan Lapangan Gas Abadi, Rabu (17/01/2023), membenarkan survei itu juga akan didukung pemangku kepentingan masyarakat MBD yakni Ikatan Intelektual MBD (Itamalda), Perkumpulan Masyarakat Kepulauan Babar dan Gerakan Membangun Bumi Kalwedo
“Dalam survei ini kita melibatkan konsultan Amdal dari PKPSL IPB Bogor, didukung pemangku kepentingan masyarakat MBD yakni Ikatan Intelektual MBD (Itamalda), Perkumpulan Masyarakat Kepulauan Babar dan Gerakan Membangun Bumi Kalwedo”, katanya.
Ia menjelaskan, kegiatan Survei Rona Awal Lingkungan di wilayah Kabupaten MBD untuk keperluan penyelesaian penyusunan dokumen AMDAL dan RKL-RPL Proyek Abadi.
Ditambahkan, kegiatan survei rona awal lingkungan yang akan dilakukan meliputi pengambilan sampel air laut, plankton, benthos, air sumur, air sungai, pengamatan flora dan fauna pesisir, pengukuran arus, serta komponen sosial, budaya, ekonomi dan kesehatan masyarakat dan pengumpulan data sekunder baik di tingkat kabupaten, kecamatan dan desa.
Rangkaian survei akan berlangsung pada 16 hingga 24 Januari 2024 di Pulau Moa, Pulau Letti, Pulau Lakor, Pulau Luang, Pulau Babar dan Pulau Letti.
Ia berharap, kegiatan survei ini dapat berjalan dengan baik sehingga tim segera bekerja menyusun hasil kajian tersebut.
Sementara itu, Bupati MBD, Benyamin Th. Noach, dalam sambutannya mengatakan, dokumen Amdal Pengembangan Blok Masela sebenarnya sudah selesai dan final, namun karena doa dan dukungan masyarakat MBD secara khusus Pemkab MBD dan Itamalda maka SKK Migas boleh memberikan kesempatan kajian lanjutan di MBD dalam rangka melengkapi dokumen Amdal yang sudah ada.
Kabupaten MBD merupakan salah satu kabupaten penghasil yang akan secara langsung merasakan dampak pengembangan lapangan gas abadi ini. Oleh karena itu, masyarakat MBD harus disiapkan dengan baik.
“Pasti ada dampak yang dirasakan masyarakat, baik itu perubahan ekonomi, sosial dan budaya tetapi juga ikan, laut, tanah dan air maupun lingkungan secara keseluruhan”, ungkap Bupati.
Bupati Noach juga menekankan pentingnya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul sehingga dapat berpartisipasi dalam pengembangan Blok Masela nanti.
“Kalau kita mau berhasil maka hanya dengan semangat juang yang tinggi maka kita pasti bisa. Bersekolah menjadi orang yang pintar bukan bersekolah untuk sarjana. Itu mind set yang harus diubah. Sekolah menjadi pintar sehingga dengan ilmu tersebut yang nanti menghasilkan uan,” tandasnya.
Ia berharap, pelaksanaan survei ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat MBD di masa mendatang. (LB-01)
