Banda Naira,” Lintas-Berita.com,-Pemerataan dan Peningkatan mutu layanan kesehatan di daerah kepulauan masih mengalami berbagai masalah, hal ini terjadi pada rumah sakit umum Banda Neira dan puskesmas Waer.
“Dalam kunjungan pada Sabtu (27/4/2024) kepada Ombusdman RI Maluku, Hasan Slamet menemukan beberapa permasalahan yang dihadapioleh hampir semua nakes di RSUD Banda Neira dan Puskesmas Waer salah satunya tentang ketersediaan dokter spesialis inaenti nakea dan juga alat alat kesehatan.
“Kita temukan banyak permasalahan yang belum terselesaikan mengenai ketersediaan alat kesehatan dokter spesialis ataupun sistim digitalisasi soal perekaman kesehatan pasien ” katanya.
Salah satu dokter di RSUD Banda Neira yang tidak disebutkan namanya menyampaikan berbagai keluhan yakni mengenai rabung oksigen murni, dokter spesialis, pasien BPJS yang tidak dapat tercover karena faktor geografis dan tidak ada tenaga apecialis , anak dan penyakit dalam serta SIARUTE yang belum dapat dimanfaatkan secara maksimal karena system Errol.
” Oksigen murni habis sehingga harus di cover konsentrat SOP Kapal terkadang memperlambat penanganan pasien karena aturan yang berbelit ,medical record yang didigitalisasi tidak bisa langsung terimplementasi karena website /aplikasi sering down karena jaringan,* ungkap dokter tersebut.
“Persoalan lain juga mengenai pembayaran insentif tenaga kesehatan yang sampai sekarang belum dibayarkan.Menangapi hak tersebut, Hasan mendorong Pemerintah Daerah Maluku Tengah agar lebih berkonsentrasi di sektor kesehatan, membuat langkah strategis suplai alat Kesehatan yang merata di Setiap RSUD maupun Puskesmas.
” Tentunya hal ini menjadi catatan khusus bagi Daerah Maluku Tengah (Malteng) agar lebih berkosentrasi di sektor Kesehatan sehingga pemenuhan alat, tenaga kesehatan disetiap penyelenggara pelayanan kesehatan itu merata ” ujarnya.
Lanjutnya” Ombudsman RI Maluku akan segera melakukan tindakan korektif dan mengadakan pertemuan dengan pimpinan daerah guna penyelesaikan permasalahan tenaga kesehatan di Kecamatan Vanda Neira.
“Semua keluhan sudah tercatat dan akan kami sampaikan kepada pihak yang memiliki otoritas di sektor kesehatan dan tentunya pimpinan daerah kami juga,akan memantau saran korektif tersebut sampai dilaksanakan ” tegasnya saat diwawancarai pada Senin (9/4/2024).
Perlu diketahui kunjungan tersebut oleh Plh.Direktur RSUD, Banda Neira Imran Taha kemudian melalui Anggota bagian pencegahan Maladministrasi Ombudsman RI Maluku,Jacoba Noya memberikan masukan terkait pelaksanaan pemenuhan standar pelayanan publik di lingkup RSUD Banda Neira.
“Hal yang paling adalah bagaimana prosedur itu harus dipublikasi, penanganan pengduan memiliki Tim Khusus yang di SKkan pada Intinya, 14Kompinen Standar pelayanan Palic harus di tempel dan dipublikasikan.
ungkapnya.(LB.04)
