Ambon, Lintas-berita.com, – Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun minta Kapolda setempat, Irjen Pol. Eddy Sumitro Tambunan, untuk segera evaluasi kinerja Kapolres Maluku Tenggara (Malra) AKBP Frans Duma, sekaligus mengambil alih pengamanan dan pengendalian situasi di wilayah tersebut.
Pernyataan Ketua DPRD Maluku itu disampaikan menyikapi kasus bentrokan antarkelompok pemuda di kawasan Landmark, Kota Langgur, Minggu dini hari (16/3/2025) sekitar pukul 01:10 WIT.
Dalam insiden tersebut, kedua kelompok terlibat saling serang menggunakan senjata tajam, panah, dan senapan angin.
Akibat bentrokan ini, dua orang dilaporkan meninggal dan 14 lainnya mengalami luka-luka, sembilan diantaranya merupakan anggota kepolisian.
“Karena itu saya meminta Kapolda Maluku Eddy Sumitro Tambunan segera ambil alih situasi di Malra serta mengevaluasi kinerja Kapolres,” kata Benhur Watubun saat dikonfirmasi, Minggu (16/3/2025).
Watubun menegaskan, bentrokan antara kelompok pemuda di Maluku Tenggara bukan baru sekali terjadi tapi sudah berulang kali.
“Saya sangat prihatin dan menyesalkan situasi yang terjadi di Maluku Tenggara. Saya minta Kapolda Maluku segera evaluasi kinerja Kapolres AKBP Frans Duma dan jajarannya,” tegas Watubun.
Watubun yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku, menilai Kapolres sudah tidak mampu mengendalikan situasi dan kondisi keamanan di wilayah tugasnya, sehingga harus pindahkan dan diganti dengan pejabat Polri yang benar-benar memiliki keseriusan dan kemampuan menyelesaikan masalah kamtibmas di Maluku Tenggara.
“Karena kejadian yang terjadi ini sudah berulang-ulang kali. Koordinasi itu penting, masa polisi tidak mampu membuat pemetaan terhadap akar masalah konflik,” kata Watubun. (LB-04)
