Setelah Dialog intensif, Akhirnya Warga Bebar Barat – Kumur Sepakat Hentikan konflik dan Berdamai

Tiakur, Lintas-Berita.com,- Paska bentrok antarwarga Desa Bebar Barat dan Kumur, Kecamatan Damer, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) pada 30 April 2025, kedua belah pihak akhirnya akhirnya bersepakat mengakhiri pertikaian dan berdamai.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten MBD, Simon Dahoklory yang sedang berada di Damer,saat dihubungi media pada Selasa (6/5/2025), mengaku kesepakatan untuk berdamai itu dilakukan setelah melewati berbagai koordinasi, dialog serta mediasi yang dilakukan.

Dahoklory mengatakan, untuk meredam eskalasi konflik antarwarga di dua desa tersebut sejulan langkah strategis telah dilakukan diantaranya menerjunkan pasukan Bawah Kendali Operasi (BKO) sebanyak 62 personil dan dipimpin langsung Waka Polres MBD Kompol Djesi Batara serta Danki Brimob Kompi 4 Batalyon C Pelopor, AKP. Barnabas Hawu Haba ke lokasi konflik.

Selain itu, dilakukan pertemuan dan dialog dengan berbagai pihak, antara lain pemerintah desa, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat, dalam rangka memediasi perdamaian.

“Perdamaian perlu dijamin dan dihormati semua pihak, agar tidak ada lagi pertikaian susulan maupun korban. Hal ini menjadi penekanan penting untuk ditindaklanjuti,” ujar Dahoklory.

Ia mengungkapkan, setelah melakukan pertemuan bersama baik pemerintah desa, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat, maka diputuskan pertikaian tersebut dihentikan, dan masyarakat harus berdamai satu dengan yang lain, serta dapat hidup berdampingan seperti sediakala.

“Pertemuan dan mediasi intens dilakukan dan akhirnya semua pihak berkeputusan untuk damai, bahkan ikrar perdamaian secara terbuka harus dilakukan di perbatasan antar kedua desa, dan diikuti semua masyarakat,” katanya.

Ia membenarkan eskalasi konflik antarwarga dua desa bertetangga itu, sedikit meningkat dikarenakan adanya korban luka-luka dikedua belah pihak, sehingga dipandang perlu menambah perkuatan pasukan yang bertugas melakukan penyekatan, serta mencegah konflik semakin besar dan meluas, dan situasi saat ini semakin kondusif.

Ia berharap, ikrar sumpah janji dan komitmen bersama yang telah disepakati kedua belah pihak bahkan telah didoakan secara agama dan adat, perlu diingat oleh seluruh generasi hingga ke anak-cucu kedua desa tersebut sepanjang masa.

“Ini bukan perjanjian biasa namun sakral dan penuh air mata. Semua pihak sudah menyatakan komitmen untuk berdamai maka harus diingat, jangan dilanggar karena pasti ada konsekwensinya,” harap Dahoklory. (LB-01)

Penulis: Ari Wassar Editor: Jay adrian