Ambon, Lintas-berita.com, – Sebanyak 28 pejabat mengikuti uji kompetensi dan evaluasi kinerja Jabatan Tinggi Pratama (JPT) yang digelar Pemerintah Kota Ambon sebagai bagian dari penataan birokrasi dan pengisian jabatan kosong.
Uji Kompetensi dan evaluasi kinerja JTP dilaksanakan melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) yang diikuti 28 pejabat.
Kegiatan berlangsung pada 2–4 Juli 2025 di Hotel Manise, Ambon, sebagai bagian dari upaya mengisi jabatan yang masih kosong sekaligus menata birokrasi secara berkelanjutan.
Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena mengatakan proses tersebut bertujuan untuk mengukur kemampuan dan pemahaman pejabat dalam menghadapi situasi pemerintahan yang kompleks dan dinamis.
Menurut dia, peserta diminta memahami materi yang diberikan panitia seleksi serta mampu mengimplementasikan 17 program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon.
“Melalui proses ini kita dapat mengetahui sejauh mana pemahaman dan kemampuan pejabat dalam menganalisis masalah untuk pengambilan keputusan yang tepat,’ kata Bodewin.
Ia menambahkan, birokrat yang andal tidak hanya memahami tugas pokok dan fungsi, tetapi juga mampu menerjemahkan visi dan tujuan pemerintah daerah ke dalam program kerja yang konkret.
Uji kompetensi atau job fit tersebut, lanjutnya, merupakan tahap awal penataan birokrasi yang berkelanjutan. Setelah proses seleksi ini, pemerintah akan melanjutkan dengan lelang jabatan yang kosong, kemudian pengisian jabatan pada level administrator dan pengawas.
“Dengan demikian, seluruh jabatan dapat terisi secara berkelanjutan dan sistem pemerintahan berjalan optimal,” ujarnya.
Bodewin menegaskan seleksi dilakukan secara profesional dengan prinsip menempatkan pejabat sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi.
Turut hadir dalam kegiatan itu Pelaksana Tugas Sekretaris Kota Ambon Roby Sapulette serta panitia seleksi yang juga mantan Wali Kota Ambon dua periode, M. J. Papilaya. (LB-03)
