Wetar, Lintas-berita.com, – Di tengah geliat industri pertambangan di Pulau Wetar, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), PT Batutua Kharisma Permai dan PT Batutua Tembaga Raya (BKP-BTR) menunjukkan bahwa keberadaan perusahaan bukan sekadar soal produksi, melainkan juga kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar.
Melalui berbagai program pemberdayaan, perusahaan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan warga di desa-desa sekitar area operasional mereka, khususnya di Desa Uhak, Desa Lurang, dan Dusun Kampung Baru, Kecamatan Wetar Utara.
“Salah satu bentuk komitmen BKP-BTR yang paling dirasakan masyarakat adalah bantuan pasokan listrik melalui penyediaan genset. Sejak tahun 2016, perusahaan telah menyalurkan tiga unit genset ke tiga wilayah tersebut, dan tidak berhenti sampai di situ,” ujar General Manager Operasional PT BKP-BTR, Jimmy Bob Suroto dalam keterangan tertulis diterima media ini, Senin (21/7/2025).
Menurut Jimmy Bob Suroto yang juga alumni STM Siwalima Langgur, Maluku Tenggara, bantuan bahan bakar serta biaya perawatan genset rutin diberikan. Bahkan pengeluaran untuk keperluan listrik ini bisa mencapai ratusan juta rupiah setiap bulannya.
Bagi perusahaan, investasi ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial yang tak bisa ditawar. Listrik bukan hanya memberikan penerangan, tapi juga membuka peluang ekonomi, mendukung aktivitas belajar mengajar, dan meningkatkan kualitas hidup warga. Bahkan, perusahaan menyiagakan teknisi khusus untuk perawatan genset agar dapat segera diatasi jika terjadi gangguan.
Program PPM dan TJSL
Sejalan dengan visi pengembangan berkelanjutan, bantuan-bantuan tersebut merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) serta Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan oleh BKP-BTR.
Manager External Affairs BKP-BTR, Carlos L.Q Pattiselanno menegaskan bahwa seluruh bantuan diserahkan secara langsung melalui koordinasi dengan pihak desa dan mendapat respons sangat positif dari masyarakat.
“Mereka menyambut kehadiran listrik dengan antusias, karena dampaknya begitu besar terhadap aktivitas sehari-hari, termasuk membuka jalan bagi upaya peningkatan ekonomi mandiri di sekitar tambang, ujar Carlos yang juga merupakan putra daerah Maluku pertama yang menempati posisi strategis di perusahaan tersebut.
Tak hanya fokus pada infrastruktur dasar, BKP-BTR juga menaruh perhatian besar pada pengembangan sumber daya manusia. Program beasiswa telah diberikan kepada siswa-siswi dari Desa Uhak dan Lurang, dan kini mulai diperluas ke desa-desa lain seperti Naumatang, Esulit, Eray, dan Nabar.
Beberapa penerima beasiswa bahkan sudah menyelesaikan studi mereka dan kini mendapat kesempatan bekerja di lingkungan BKP-BTR.
Hal ini menunjukkan bagaimana perusahaan tidak hanya membina, tetapi juga memberikan ruang aktualisasi bagi generasi muda Wetar untuk tumbuh dan berkembang bersama industri yang ada di kampung halaman mereka.
Tetap Konsisten Meski Produksi Menurun
Menariknya, di tengah situasi penurunan produksi tambang tembaga Wetar, PT BKP-BTR tetap konsisten menjalankan berbagai program CSR.
Jimmy Bob Suroto menegaskan bahwa Merdeka Copper Gold sebagai induk perusahaan, tetap menjaga komitmen sosialnya melalui anak-anak perusahaannya, termasuk BKP-BTR. Program-program seperti bantuan listrik, beasiswa, dan bantuan lansia tetap dijalankan seperti biasa.
Komitmen ini menjadi penegas bahwa tanggung jawab perusahaan bukanlah musiman, melainkan bagian dari keberlanjutan jangka panjang yang menghormati keberadaan dan kebutuhan masyarakat lokal.
Satu lagi inisiatif perusahaan yang patut diapresiasi adalah penyediaan internet gratis. Desa Uhak yang sebelumnya terisolasi dari dunia digital kini bisa terhubung dengan dunia luar. Anak-anak sekolah dapat mengakses materi pembelajaran secara daring, dan masyarakat pun mulai terbiasa dengan informasi yang lebih luas.
Tak hanya di Uhak, layanan internet juga menjangkau sekolah-sekolah di Desa Lurang, termasuk jenjang SMP dan SMA. Inisiatif ini menjadi bukti bahwa teknologi dan pendidikan bisa menyatu dalam program pemberdayaan yang tepat sasaran.
Fokus Serius pada Kesehatan Masyarakat
Kesehatan juga menjadi fokus serius dalam program sosial BKP-BTR. Setiap tahun, perusahaan memberikan bantuan alat kesehatan dan obat-obatan ke Puskesmas Lurang. Dalam kondisi darurat, masyarakat bisa mengakses Klinik BKP-BTR untuk mendapatkan pengobatan.
“Bila diperlukan rujukan lebih lanjut, pasien akan difasilitasi menuju rumah sakit di Atambua atau Kupang, lengkap dengan dukungan transportasi melalui pesawat Susi Air atau kapal laut yang disewa perusahaan,” Jimmy Bob Suroto.
Kehadiran layanan kesehatan yang responsif ini sangat berarti, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan akses terbatas terhadap fasilitas medis memadai.
Melengkapi upaya di bidang pendidikan, perusahaan juga menyediakan fasilitas transportasi berupa bus antar-jemput bagi siswa-siswi dari Dusun Kampung Baru, yang harus menempuh perjalanan ke sekolah di Desa Lurang. Ini mengurangi beban orang tua dan memastikan anak-anak bisa sekolah dengan lebih aman dan teratur.
Di sisi lain, pemberdayaan ekonomi juga dilakukan melalui program magang atau apprentice bagi warga lokal. Melalui pelatihan ini, masyarakat dibekali keterampilan teknis dan pengetahuan praktis yang bisa digunakan untuk bekerja, baik di perusahaan maupun sebagai bekal usaha mandiri.
Melalui berbagai program yang menyentuh aspek pendidikan, kesehatan, infrastruktur, teknologi, hingga pemberdayaan ekonomi, PT BKP-BTR telah membuktikan bahwa perusahaan bisa menjadi mitra pembangunan yang andal bagi masyarakat setempat. Komitmen ini bukan hanya memperkuat citra perusahaan, tetapi juga membangun fondasi sosial yang kuat di daerah-daerah yang sebelumnya kurang tersentuh pembangunan.
Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, diharapkan sinergi antara perusahaan dan masyarakat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi dunia industri lainnya di Indonesia, bahwa pertambangan dan pembangunan masyarakat bisa berjalan beriringan, bukan saling meniadakan. (LB-03)
