Tiakur, Lintas-berita.com, – Puluhan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Pulau-Pulau (PP) Babar, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) diduga mengalami keracunan saat mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG), pada Kamis (11/9/2025).
Bahkan beberapa siswa diantaranya harus dirujuk ke Puskesmas Tepa untuk mendapatkan perawatan intensif, karena mengalami gejala pusing dan muntah-muntah setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis yang diberikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dugaan keracunan itu memicu DPC Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten MBD mengeluarkan pernyataan keras. Ketua DPC GAMKI MBD, Eros J. Akse meminta pertanggungjawaban Pengelola maupun SPPG MBD, termasuk dilakukan evaluasi penyeluruh terhadap program Presiden Prabowo Subianto itu.
“Dugaan siswa keracunan di SMP Negeri 1 PP Babar ini, baru diketahui setelah ada laporan siswa mengalami mual dan muntah, yang kemudian dirujuk ke Puskesmas Tepa untuk menjalani perawatan medis,” ungkap Eros J. Akse melalui rilis yang diterima media ini, Kamis (11/9/2025).
Menurutnya, kasus keracunan akibat MBG ini marak terjadi diberbagai tempat. Oleh karena itu harus ada pengawasan ketat dalam pelaksanaannya. “Kita belum tahu apa penyebabnya,,” ungkapnya.
Ia mendesak dilakukan evaluasi menyeluruh dan apabila belum memenuhi persyaratan maka sebaiknya jangan dipaksakan program MBG tetap dilaksanakan karena dapat berakibat fatal.
Akse meminta pihak pengelola baik penyedia maupun SPPG harus bertanggungjawab atas dugaan kasus yang terjadi, sambil meminta program MBG dihentikan sementara guna dilakukan evaluasi.
“Kami minta program MBG ditangguhkan sementara dan lakukan evaluasi untuk dugaan keracunan yang terjadi. Lakukan pemeriksaan dari tukang masak, alat masak hingga bahan pangan yang digunakan sehingga bisa diketahui penyebabnya,” tegasnya.
Ia menegaskan, semuanya harus bertanggungjawab dan diperiksa apabila ingin mengetahui akar masalah dan tidak boleh ditutup-tutupi.
“Tenaga gizi yang bertugas juga harus dapat memberikan keterangan, penyebab dugaan keracunan seperti apa. Jangan sampai bahan pangan yang digunakan sudah kadaluwarsa, apabila benar maka itu sangat fatal bagi para siswa,” imbuhnya.
Ia berharap program yang baik dapat dikelola secara profesional sehingga tidak menimbulkan masalah di masyarakat. (LB-01)







