Tepa, Lintas-berita.com, – Ketua DPC Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Maluku Barat Daya (MBD), Eros J. Akse, berkesempatan mendampingi Dandim 1511/Pulau Moa, Letkol Inf. Nuriman Siswandi mengunjungi Kecamatan Babar Barat, untuk menuntaskan dugaan kasus puluhan siswa SMP keracunan usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi pada 11 September 2025.
Puluhan siswa SMP Negeri 1 Babar Barat, diduga keracunan daging ikan yang merupakan salah satu menu pada program MBG, pada 11 September 2025, sehingga harus dilarikan ke Puskesmas Tepa untuk dirawat intensif.
Ketua DPC GAMKI MBD, Eros J. Akse, di Tepa, Rabu (17/9/2025), menegaskan dirinya bersama Dandim 1511/Pulau Moa dan rombongan turun langsung ke lokasi, melihat persoalan yang terjadi dan memberikan masukan untuk penyelesaian masalah tersebut.
“Kami tidak datang untuk mencari-cari kesalahan orang atau mitra Dapur Sehat Harmoni Babar Barat,” tegas Eros Akse.
Dia menjelaskan, DPC GAMKI MBD memberi dukungan sepenuhnya terhadap program Nawacita Presiden Prabowo Subianto yakni MBG, karena menyerap anggaran APBN sangat besar mencapai Rp71 triliun.
Sedangkan untuk kabupaten MBD sendiri anggarannya sekitar Rp104 miliar. “Dengan nilai yang fantastis ini, kiranya dipergunakan dengan baik untuk pemenuhan gizi para siswa di MBD,” katanya.
Dia menilai program MBG sangat baik, namun jangan terkesan tergesa-gesa untuk melaksanakan kegiatan di Kecamatan Babar Barat, sementara fasilitas sarana penunjang yang lainnya belum memadai.
“Seperti yang telah kami disarankan yaitu transportasi yang digunakan dalam pendistribusian makanan ke sekolah-sekolah tidak menggunakan truk, kalu bisa menggunakan mobil box,” ujar Akse.
Selain itu, DPC GAMKI juga mengusulkan kepada Dandim Pulau Moa agar membentuk tim evaluasi dan monitoring di kecamatan Babar Barat, yang terdiri dari tim medis di bidang gizi dengan segudang pengalamannya, mengingat MBD merupakan wilayah perbatasan dan termasuk daerah Terdepan, Tertinggal, dan Terluar (3T).
Keberadaan Tim Evaluasi akan sangat membantu Ketua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan ahli gizi dalam menyiapkan MBG bagi siswa-siswi. Tim ini tidak perlu diberikan insentif karena mereka adalah ASN yang siap membantu melayani masyarakat untuk pemenuhan gizi.
“Kita selalu bilang makanan bergizi gratis, namanya bergizi berarti selama satu bulan diberikan makanan bergizi gratis kepada siswa sebagai generasi penerus bangsa, dengan harapan mereka sehat dan cerdas. Dalam satu bulan tim ini akan memonitoring pertumbuhan tinggi badan dan berat badan siswa, sehinga kita dapat mengukur keberhasilan program ini. Kalau tim ini berjalan dengan baik sudah tentu menjadi contoh bagi Kecamatan lainya,” tambahnya.
Sebagai organiasi kepemudaan, GAMKI MBD berharap kritikan dan saran yang disampaikan dapat diterima oleh Dandim Pulau Moa dan tetap bergandengan tangan untuk menyukseskan program Presiden Prabowo itu di seluruh wilayah MBD.
“Begitu juga kepada Mitra Dapur Sehat Harmoni Babar Barat, kami terpanggil sebagai anak negeri ini yang akan terus mengawal program MBG tetap berjalan, namun haruslah memenuhi SOP yang diberikan oleh Badan Gizi Nasional,” tandas Eros Akse. (LB-01)
