Tiakur, Lintas-berita.com,- Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) mengubah proyek Strategi Pengembangan Kolam Labuh di Desa Wakarleli menjadi Pelabuhan Rakyat dengan akronim “Strategi Kolam Perak”.
“Perubahan strategi pengembangan Kolam Labuh menjadi Kolam Perak bertujuan sebagai inovasi dalam rangka peningkatan konektivitas dan ekonomi lokal, Kadis Perhubungan MBD, Samuel S.F. Rupilu, di Tiakur, Sabtu (277/9/2025).
Selain itu, perubahan strategi ini juga guna meningkatkan pendapatan nelayan dan pedagang serta masyarakat desa Wakarleli, disamping membuka sentra ekonomi baru kawasan ekonomi aktif di sekitar area pelabuhan rakyat.
Untuk mencapai tujuan proyek perubahan Kolam Perak, menurutnya, perlu dilakukan pentahapan (milestone) Jangka Pendek dengan target kinerja 60 hari yaitu, pembentukan tim efektif dan pokja pengembangan Kolam Labuh menjadi Pelabuhan Rakyat.
Selain itu, penetapan stake holder serta peraturan Bupati tentang kolam labuh sebagai lokasi pelabuhan rakyat, diikuti dengan survei teknis dan pembuatan layout pelabuhan rakyat.
Untuk Tahapan Jangka Menengah dengan target kinerja sampai 6 bulan yakni, perencanaan teknis dan desain fasilitas pelabuhan, penyusunan rencana anggaran belanja (RAB) dan proses pengurusan perijinan pada PTSP, UKL-UPL, Amdal dan persetujuan teknis dari Dirjen Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan RI.
Sedangkan Tahapan Jangka Panjang dengan target kinerja 6 bulan sampai 18 bulan adalah pembangunan Pelabuhan Rakyat, pengoperasian Pelabuhan rakyat, peningkatan ekonomi pendapatan nelayan, pedagang dan masyarakat sekitar pelabuhan rakyat, dan terbentuknya pusat ekonomi baru atau kawasan ekonomi aktif di sekitar pelabuhan rakyat.
Rupilu menjelaskan, keberhasilan proyek perubahan startegi Kolam Perak sangat dipengaruhi oleh keterlibatan, dukungan dan sinergi para pemangku kepentingan dalam semangat kolaborasi, menyelesaikan masalah untuk kepentingan MBD yang maju dan sejatera dalam bingkai Asta Cita.
Strategi pengembangan Kolam Labuh Desa Wakarleli menjadi pelabuhan rakyat dilakukan dengan strategi Analisis ASTRID (Aktual, Spesifik, Transformasi, Relevan, Inovatif, Dapat dilaksanakan).
ASTRID adalah metode yang digunakan untuk mengidentifikasi dan menganalisis masalah, belum optimalnya pengelolaan kolam labuh Desa Wakarleli, menjadi tantangan dalam menjalankan organisasi.
Aktual adalah (Isu yang dianalisis harus nyata, sedang terjadi, dan berdampak pada masyarakat saat ini), Spesifik (Permasalahan harus jelas dan terfokus, tidak terlalu umum atau luas, agar mudah dianalisis dan ditangani), Transformasi (Analisis harus mendorong adanya perubahan positif atau perbaikan dari kondisi sebelumnya).
Sedangkan Relevan (Masalah dan solusi yang diangkat harus sesuai konteks lokal, kebutuhan, dan prioritas pemangku kepentingan), Inovatif (Usulan solusi atau pendekatan sebaiknya mengandung pembaruan atau kreativitas yang belum banyak diterapkan), dan Dapat dilaksanakan (Rekomendasi harus realistis dan bisa diterapkan dengan sumber daya yang ada).
“Metode ini membantu dalam menentukan isu-isu yang perlu segera diselesaikan berdasarkan kriteria, sekaligus mampu menjadi indikator untuk mencapai tujuan yang strategis dalam penyelesaian dengan pendekatan STAR Model,” katanya.
Selain itu, diperoleh informasi tentang situasi dan keadaan organisasi yang perlu mendapatkan intervensi sekaligus sinergi yang tepat, dengan mengintervensi kategori yang lain. Model ini membantu organisasi memahami dan mengelola elemen-elemen tertentu dalam struktur organisasi dapat diselaraskan untuk mencapai tujuan strategis.
Sedangkan SWOT merupakan teknik yang digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang digunakan untuk melakukan analisis terhadap proyek perubahan ini. Analisis SWOT telah menjadi salah satu senjata yang berguna untuk menghadapi persaingan global baik di tingkat nasional maupun internasional.
Selain itu dapat pula digunakan sebagai aplikasi alat bantu pembuatan keputusan, dalam rangka pengenalan program baru di organisasi. Proses analisis SWOT mengharuskan adanya survei internal mengenai Strengths (kekuatan) dan Weakness (kelemahan) organisasi/kegiatan dalam organiasi/sesuatu hal yang ingin dikaji, serta survei eksternal atas Opportunities (peluang/kesempatan) dan Threats (ancaman).
Analisis SWOT ini memberikan panduan bagi organisasi dalam memahami posisi mereka saat ini dan bagaimana mereka bisa maju dengan lebih strategis, sekaligus siap menghadapi perubahan yang ada di lingkungan bisnis.
Dengan memahami faktor-faktor internal dan eksternal melalui SWOT, organisasi dapat membuat keputusan strategis yang lebih tepat dan realistis, termasuk menetapkan prioritas dalam alokasi sumber daya. Dengan analisis ini pula dapat mendorong diskusi terbuka dan kolaborasi antara berbagai elemen organisasi.
Hal ini dapat menciptakan keselarasan di seluruh organisasi dalam upaya mencapai tujuan bersama. Manfaat pentingnya dapat digunakan untuk menilai apakah proyek atau inisiatif baru layak untuk dilanjutkan, berdasarkan evaluasi kekuatan internal dan peluang yang relevan.
Dia menandaskan, salah satu faktor kunci keberhasilan inovasi yang dilakukan adalah strategi marketing. Marketing tidak hanya dipahami sebagai menarik perhatian pelanggan untuk membeli barang dan jasa yang kita tawarkan.
Marketing juga dipahami sebagai upaya pengenalan lebih mendalam pada suatu program yang belum banyak diketahui oleh masyarakat. Dalam pengertian yang lebih komprehensif marketing dapat dipandang sebagai proses menciptakan nilai tambah dan menghantarkan kepada pemangku kepentingan / stakeholder.
Strategi marketing terhadap hasil proyek perubahan dilakukan dengan memperhatikan variabel dalam pemasaran sektor publik, yaitu 4P1C (Product, Price, Promotion, Place dan Customer). Social marketing dibutuhkan secara implementatif, agar segala ketersediaan informasi dapat tercukupi, terbaharukan, terimprovisasi, dan menyasar semua kalangan.
Branding adalah proses menciptakan identitas unik dan kuat untuk sebuah produk, layanan, atau perusahaan yang membedakannya dari pesaing. Branding mencakup berbagai elemen seperti logo, nama, slogan, desain, dan pengalaman keseluruhan yang dirancang untuk membangun persepsi positif di benak konsumen.
Tujuan utama branding adalah menciptakan citra yang konsisten dan menarik, yang dapat meningkatkan kesadaran, kepercayaan, dan loyalitas konsumen terhadap merek tersebut.
Dalam rangka menyosialisasikan dan menciptakan branding proyek perubahan ini kepada masyarakat maupun pemangku kepentingan, diidentifikasi satu tagline yang akan digunakan dalam mempromosikan yaitu “Dari Laut Maluku Barat Daya Sejahtera”. Dengan harapan pemangku kebijakan dan masyarakat lebih tertarik mendukung dan terlibat di dalamnya.(LB-01)







