Satgas Pamputer TNI AD Patroli di Perairan Perbatasan RI-Timor Leste

Wetar, Lintas-berita.com, – Satgas Pengamanan Pulau-Pulau Terluar (Pamputer) TNI Angkatan Darat (AD) melakukan patroli rutin di wilayah perairan perbatasan RI dengan Negara Timor Leste.

Patroli yang berlangsung pada Kamis (27/11/25), dipimpin Letda Inf Muhammad Tahir Ely, memusatkan patroli di perairan Kecamatan Wetar Barat, terutama menyisir perairan Desa Ustutun, Klishatu, Karbubu hingga Telemar.

Tidak hanya patroli pengamanan batas wilayah antara kedua Negara, tetapi tim Satgas Pamputer juga melakukan edukasi penting untuk keselamatan dan kelestarian laut.

Personel satgas saat patroli di lapangan mengingatkan para nelayan agar siaga saat memasuki musim barat yakni pada bulan November hingga Desember, mengingat pada saat itu terjadi perubahan cuaca ekstrem secara tiba-tiba.

Personel meminta para nelayan untuk waspada saat akan melaut, termasuk menggunakan peralatan keselamatan, sehingga terhindar dari hal-hal tidak diinginkan.

“Pelampung itu sangat penting karena bisa menyelamatkan nyawa. Kadang orang anggap sepele, padahal itu penyelamat pertama,” ujar salah seorang Personil Pamputer.

Nelayan dihimbau agar tidak mengabaikan penggunaan life jacket atau pelampung saat melaut.

Selain itu, Fokus utama tim Satgas Pamputer yakni melakukan pemeriksaan terhadap warga Timor Leste yang masuk ke Pulau Lirang, untuk keperluan kunjungan keluarga ataupun pertukaran (barter) barang kebutuhan, yang sudah berlangsung sejak lama.

“Kami juga memberikan seruan keras akan nelayan maupun warga tidak menggunakan alat tangkap yang merusak saat menangkap ikan, seperti bom maupun bius ikan,” ujar tim Satgas.

Penggunaan bahan-bahan ini dapat menghancurkan terumbu karang dan mematikan biota laut, termasuk ikan-ikan kecil. Alat tangkap ramah lingkungan wajib jadi pilihan.

Patroli rutin itu berjalan lancar. Cuaca terpantau cerah dan laut teduh. Satgas Pamputer tidak menemukan adanya aktivitas mencurigakan di perairan Pulau Lirang.

Warga pesisir diimbau segera melapor ke Satgas Pamputer atau Pos AL jika menemukan tindak pidana di laut.

Komandan Pos Pulau Lirang, Letda Inf. Muhammad Tahir Ely, menegaskan komitmen mereka untuk mengamankan wilayah perbatasan kedua negara itu akan terhindar dari hal-hal tidak diinginkan dan merusak kelestarian sumberdaya kelautan dan perikanan.

“Kami berkomitmen menjaga keamanan di pulau dan perairan Wetar Barat. Edukasi keselamatan dan larangan penggunaan alat tangkap yang merusak, menjadi prioritas kami agar laut tetap lestari dan masyarakat terhindar dari bahaya,” tegasnya.

Ia juga mengajak nelayan bersinergi dengan aparat keamanan. “Kalau ada kejadian di laut sekecil apa pun terkait pengeboman ikan, jangan ragu untuk melapor. Kami siap membantu kapan saja,” ujarnya.

Sejumlah kades juga mengapresiasi dan mendukung kegiatan patroli Satgas Pamputer TNI AD, dikarenakan beberapa kali mereka menerima informasi adanya aktifitas pengeboman ikan, oleh orang tidak dikenal di sekitar perairan Desa Telemar dan Karbubu.

Menurut Kades Telemar Soleman Malobu, setelah patroli rutin di terapkan beberapa waktu lalu aktifitas pengeboman ikan sudah tiada hingga saat ini. (LB-01)

Penulis: Ari Wassar Editor: Jay Adrian