Ambon, Lintas-berita.com, – Peluncuran buku Sejarah Muhammadiyah Maluku, yang menelusuri hampir satu abad kiprah organisasi tersebut di provinsi ini, menjadi momentum penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk menegaskan kembali peran Muhammadiyah dalam pembangunan sosial Maluku.
Pemerintah Provinsi Maluku menyampaikan apresiasi terhadap terbitnya buku Sejarah Muhammadiyah Maluku “97 Tahun Muhammadiyah Berkiprah di Maluku (1928–2015)”. Peluncuran buku tersebut berlangsung di Aula Kantor BPLMP Maluku pada Sabtu, 29 November 2025.
Asisten I Sekretaria Daerah Provinsi Maluku, Djalaludin Salampessy, mewakili Gubernur Hendrik Lewerissa, menyebut penerbitan buku ini sebagai langkah penting dalam mendokumentasikan perjalanan panjang Muhammadiyah di Maluku.
Ia memuji Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Maluku yang menggagas penyusunan naskah sejarah tersebut.
“Buku ini bukan sekadar dokumentasi, tetapi warisan intelektual yang menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda. Ia merekam pengabdian Muhammadiyah dan menjadi modal sosial yang memperkuat kesadaran sejarah masyarakat Maluku,” kata Djalaludin dalam sambutan pembuka.
Acara peluncuran dipimpin oleh Yasmin Kamsurya, disaksikan Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku, serta penulis buku, Ismail Borus. Sejumlah mahasiswa turut hadir mengikuti rangkaian acara.
Djalaludin menegaskan bahwa Muhammadiyah memiliki kontribusi besar dalam berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dakwah, hingga aksi kemanusiaan.
Dengan rekam jejak panjang, Muhammadiyah disebutnya telah menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat nilai kebangsaan dan keindonesiaan di Maluku.
Ia juga menyoroti peran organisasi ini dalam memperkuat ukhuwah islamiah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariah. “Muhammadiyah telah menjadi bagian integral dari masyarakat Maluku dan membawa manfaat nyata bagi banyak orang,” ujarnya.
Menurut Djalaludin, peluncuran buku sejarah ini menjadi kesempatan untuk merefleksikan perjalanan Muhammadiyah sekaligus memproyeksikan peran organisasi di masa depan, terutama menghadapi tantangan era digital dan perubahan sosial yang cepat.
Pemerintah daerah, kata dia, melihat Muhammadiyah sebagai mitra strategis dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Peran Muhammadiyah tidak hanya penting dalam sejarah, tetapi juga dalam pembangunan saat ini dan ke depan,” ucapnya.
Ia berharap buku tersebut dapat dimanfaatkan sebagai rujukan oleh akademisi, peneliti, mahasiswa, serta masyarakat umum. “Semoga buku ini membangkitkan semangat baru bagi generasi muda Muhammadiyah untuk melanjutkan perjuangan dengan kecerdasan dan keikhlasan,” kata Djalaludin. (LB-04)







