Ambon, Lintas-berita.com, — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Ambon menyiapkan peta jalan pembinaan olahraga lima tahun yang menargetkan peningkatan mutu atlet dan tata kelola kompetisi secara terukur.
Peta jalan (blue print) pembinaan olahraga jangka panjang disiapkan melalui penyusunan rencana strategis 2025–2030.
Kepala Dispora Kota Ambon, Richard Luhukay, dalam keterangan pers, Kamis, 4 Desember 2025, menyatakan dokumen tersebut menjadi acuan utama untuk meningkatkan kualitas atlet dan tata kelola olahraga dalam lima tahun mendatang.
Menurut Luhukay, pengembangan olahraga tidak dapat dilakukan tanpa perencanaan yang matang. Penyusunan blue print itu dilanjutkan setelah Kota Ambon menyelesaikan penataan organisasi olahraga, termasuk musyawarah pemilihan Ketua KONI Kota Ambon sebagai fondasi penguatan kelembagaan.
Ia menyebut tahun 2026 menjadi momentum awal untuk menerapkan langkah-langkah terukur, seperti penyelenggaraan kompetisi lokal yang terstruktur untuk menjaring dan menguji potensi atlet muda.
Dispora juga menyiapkan program peningkatan kekuatan fisik dan daya tahan atlet agar siap bersaing di tingkat daerah hingga nasional. “Ini langkah penting memastikan atlet kita siap tampil pada panggung yang lebih luas dan membawa nama baik Kota Ambon,” kata Luhukay.
Dispora, menurut dia, akan melakukan evaluasi tahunan untuk menentukan cabang olahraga yang layak menjadi prioritas pengembangan.
Keterbatasan sumber daya membuat pemerintah daerah mesti fokus pada cabang dengan potensi prestasi terbesar. “Bukan berarti kita mengabaikan cabang lain, tetapi fokus dibutuhkan untuk menghasilkan prestasi maksimal,” ujar Luhukay.
Langkah pembinaan akan dimulai dari usia dini melalui pelatihan terencana, didampingi pelatih berkompetensi.
Dispora juga mendorong peningkatan kualitas penyelenggara pertandingan agar setiap event berjalan profesional dan sesuai regulasi. Fasilitas latihan dan venue pertandingan disebut perlu dibenahi agar tidak menghambat proses pembinaan.
Luhukay menyampaikan harapan agar Ambon dapat berkembang menjadi pusat pembinaan atlet atau “gudang atlet” di Indonesia.
Ia menyebut visi itu penting untuk membangun ekosistem olahraga yang sehat, menarik minat atlet muda dari daerah lain, dan meningkatkan kebanggaan masyarakat terhadap capaian olahraga kota.
Dengan rencana yang disusun secara bertahap, Luhukay optimistis blue print olahraga 2025–2030, akan membawa pembinaan olahraga Ambon ke tingkat yang lebih mapan dan menjadi contoh bagi daerah lain. (LB-04)
