Ketahanan Pangan Letti Masih Bergantung Cuaca dan Kapal, Lahan Tidur Mulai Digarap

Oplus_16908288

Letti, Lintas-brita.com, – Ketahanan pangan di Pulau Letti, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), masih rentan terhadap cuaca dan keterbatasan transportasi laut. Untuk menutup celah itu, pemerintah kecamatan dan aparat kepolisian mulai menggarap lahan tidur serta menanam jagung sebagai sumber pangan lokal.

Ketahanan pangan di wilayah Kepulauan seperti MBD yang merupakan wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) menghadapi tantangan struktural. Selain faktor geografis, distribusi logistik yang bergantung pada transportasi laut membuat pasokan bahan pangan tidak selalu stabil.

Di Kecamatan Letti, kondisi tersebut mendorong pemerintah setempat mempercepat program “Gerakan Letti Menanam” dengan mengoptimalkan lahan-lahan yang selama ini tidak dimanfaatkan.

Camat Pulau Letti, Otniel Maulias, mengatakan masih banyak lahan tidur yang berpotensi dikembangkan untuk mendukung produksi pangan lokal.

“Selama ini kita masih sangat bergantung pada pasokan dari luar. Padahal lahan kita cukup luas untuk digarap,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, pemerintah kecamatan membuka kebun percontohan seluas sekitar satu hektare. Program ini diharapkan menjadi pemicu bagi masyarakat untuk mulai mengelola lahan secara mandiri.

Menurut Maulias, tantangan terbesar di wilayah kepulauan bukan hanya produksi, tetapi juga distribusi. Cuaca, terutama pada musim angin barat, kerap menghambat pergerakan kapal pengangkut logistik.

“Kalau cuaca buruk, kapal tidak bisa masuk. Dampaknya langsung terasa pada ketersediaan bahan pangan,” katanya.

Situasi itu membuat penguatan pangan lokal menjadi kebutuhan mendesak, bukan sekadar program jangka panjang.

Upaya serupa juga dilakukan aparat kepolisian. Kapolres MBD, AKBP Budhi Suriawardhana, memimpin langsung penanaman jagung di lahan seluas dua hektare di Desa Laitutun, kecamatan Pulau Letti, Rabu, 1 April 2026.

Program ini merupakan bagian dari gerakan nasional penanaman jagung oleh Kepolisian untuk mendukung ketahanan pangan.

Penanaman melibatkan kelompok tani Fajar binaan Polsek Serwaru. Budhi mengatakan keterlibatan kepolisian bertujuan memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi persoalan pangan di daerah terpencil.

“Wilayah kepulauan seperti Letti membutuhkan kemandirian pangan. Tidak bisa terus bergantung pada distribusi dari luar,” ujarnya.

Meski demikian, tantangan masih membayangi. Selain keterbatasan infrastruktur, kondisi geografis dan cuaca ekstrem tetap menjadi faktor yang sulit dikendalikan.

Pemerintah daerah berharap pengembangan pertanian berbasis lokal dapat menjadi solusi jangka menengah untuk mengurangi risiko krisis pasokan, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat di wilayah yang berbatasan dengan negara Tetangga Australia dan Timor Leste tersebut. (LB-01)

Penulis: Ari Wassar Editor: Jay Adrian
Exit mobile version