Moain, Lintas-berita.com, – Kodim 1511/Pulau Moa memanfaatkan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 sebagai momentum untuk memberikan edukasi bahaya narkoba kepada pelajar SMA di Desa Moain, Pulau Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Rabu (6/5/2026).
Sosialisasi bahaya narkoba dengan menggandeng Polres MBD itu dianggap penting dan menjadi perhatian dua institusi tersebut, mengingat tingkat penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda semakin meningkat akhir-akhir ini.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari sasaran nonfisik program TMMD ke-128 dengan tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”.
Sosialisasi menghadirkan Kasi Hukum Polres MBD Ipda Klemens Anamofa sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan jenis-jenis narkoba, dampak penyalahgunaan, hingga langkah pencegahan di kalangan generasi muda.
“Narkoba merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya yang dapat memengaruhi kerja otak, mengubah perilaku, serta menimbulkan ketergantungan,” ujar Klemens.
Ia menjelaskan narkotika seperti ganja, heroin, morfin, dan kokain dapat menurunkan kesadaran serta menyebabkan ketergantungan berat.
Sementara psikotropika seperti ekstasi, sabu-sabu, LSD, dan diazepam dapat memengaruhi kondisi mental dan emosional pengguna.
Selain itu, kata dia, bahan adiktif lain seperti alkohol, nikotin, dan inhalansia juga berisiko merusak kesehatan dan memicu kecanduan.

Menurut Klemens, dampak penyalahgunaan narkoba tidak hanya menyasar kesehatan fisik, tetapi juga mental dan kehidupan sosial pengguna.
“Risikonya bisa berupa kerusakan organ tubuh, gangguan mental, depresi, hingga overdosis yang berujung kematian,” katanya.
Ia menambahkan penyalahgunaan narkoba juga kerap berdampak pada kehidupan sosial pelajar, seperti putus sekolah, konflik keluarga, hingga keterlibatan dalam tindak kriminal.
Dalam sosialisasi tersebut, para pelajar juga diberikan pemahaman mengenai ciri-ciri pengguna narkoba, antara lain perubahan perilaku, kecenderungan menyendiri, penurunan kondisi fisik, dan perubahan emosi.
Klemens menekankan pentingnya pencegahan sejak dini melalui lingkungan yang sehat, penguatan moral, serta keberanian menolak ajakan menggunakan narkoba.
“Pencegahan harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat,” ujarnya.
Kegiatan itu sekaligus menjadi bentuk sinergi antara TNI dan Polri dalam mendukung program TMMD, khususnya dalam membangun kesadaran sosial dan perlindungan generasi muda dari penyalahgunaan narkoba.
Melalui kegiatan tersebut, para pelajar di Desa Moain diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai bahaya narkoba dan mampu menjadi agen pencegahan di lingkungan masing-masing. (LB-01)







