Hari Ketiga Speedboat Terbalik di Pulau Dai, Tim Gabungan Perluas Penyisiran

Speedboat Terbalik

Tiakur, Lintas-berita.com, — Upaya pencarian terhadap korban kecelakaan laut di perairan Pulau Dai, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), memasuki hari ketiga pada Sabtu (13/6/2026). Tim gabungan memperluas area penyisiran untuk menemukan penumpang speedboat yang masih belum ditemukan setelah kapal tersebut terbalik akibat dihantam gelombang tinggi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Barat Daya, James R. J. Likko, mengatakan operasi pencarian kembali dilakukan dengan menggunakan Kapal Tifelink yang berangkat dari Pelabuhan Tepa sekitar pukul 14.25 WIT.

Selain membawa tim pencarian, keberangkatan kapal tersebut juga diisi dengan kegiatan adat dan doa bersama di Dermaga Tepa serta lokasi musibah. Prosesi tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan moral bagi keluarga korban sekaligus doa bagi kelancaran proses pencarian.

“Pada hari ketiga ini, Kapal Tifelink berangkat untuk melanjutkan pencarian korban sekaligus melaksanakan prosesi doa dan adat di Dermaga Tepa dan lokasi musibah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tim juga membawa bantuan bahan bakar minyak (BBM) untuk mendukung aktivitas motor laut tradisional milik masyarakat Pulau Dai yang ikut membantu proses pencarian.

Menurut Likko, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam operasi tersebut karena kondisi wilayah perairan yang luas membutuhkan dukungan dari warga lokal yang memahami karakter laut di sekitar lokasi kejadian.

“Masyarakat juga berperan membantu pencarian karena mereka mengetahui kondisi perairan setempat. Dukungan ini sangat penting dalam memperluas jangkauan penyisiran,” katanya.

Kecelakaan laut tersebut terjadi pada Kamis (11/6/2026) ketika sebuah speedboat yang membawa 10 orang penumpang bertolak dari Pantai Desa Sinairusi menuju Desa Tepa, Kecamatan Pulau Babar.

Dalam perjalanan, kondisi cuaca yang sebelumnya relatif baik berubah dengan munculnya angin kencang dan gelombang tinggi. Kapal kemudian dihantam gelombang hingga terbalik di perairan sekitar Pulau Dai.

Dari peristiwa tersebut, dua penumpang dilaporkan berhasil selamat setelah berenang menuju daratan yaitu Yakub Anamofa (22) dan Inasius Matromkoli (42), sedangkan delapan penumpang lainnya masih dalam pencarian dan belum ditemukan.

Delapan penumpang tenggelam yang belum ditemukan yaitu Anton Menahem (40), Asael Daniel (72), Yomima Waliana (36), Regina Unawekla (33), Enderfina Siaran (62), Wulan Kelmury (35), Yoksan Unwakoly (9) dan Marcelo Unwakoly (4).

Tim gabungan yang terdiri atas unsur BPBD, aparat keamanan, pemerintah daerah, serta masyarakat terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Upaya pencarian juga dilakukan dengan memanfaatkan armada laut yang tersedia.

Pemerintah Kabupaten MBD melalui BPBD terus berkoordinasi dengan seluruh pihak yang terlibat untuk memastikan proses pencarian berjalan optimal.

Hingga Sabtu, operasi pencarian masih berlangsung. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap memberikan dukungan dan doa agar para korban yang masih hilang dapat segera ditemukan. (LB-01)

Exit mobile version