Syukuran HUT RI ke-81, Bupati MBD Ajak Masyarakat Bangkit dan Berjuang Wujudkan Kesejahteraan

Oplus_16908288

Tiakur, Lintas-berita.com,- Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) menggelar syukuran memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Kalwedo, Tiakur, Senin (17/8/2026).

Syukuran tersebut dihadiri Bupati MBD Benyamin Thomas Noach, Wakil Bupati MBD Agustinus Lekwarday Kilikily,  jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekertaris Daerah, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab MBD, Para perwira Kodim 1511/Pulau Moa, para perwira polres MBD, para pejabat kejaksaan negeri MBD serta anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten MBD Tahun 2026.

Dalam sambutannya, Bupati Benyamin Thomas Noach mengajak seluruh masyarakat MBD untuk memaknai kemerdekaan bukan sebagai hadiah, melainkan hasil perjuangan para pendahulu bangsa yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, harta, bahkan nyawa demi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menurutnya, 81 tahun kemerdekaan harus menjadi momentum bagi seluruh elemen bangsa untuk terus berjuang membangun Indonesia agar mampu berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

“Kemerdekaan yang kita nikmati sampai 81 tahun ini bukan hadiah. Ini adalah hasil perjuangan para leluhur kita 81 tahun yang lalu yang mengumandangkan tanda bahwa bangsa ini merdeka,” ujar Noach dalam sambutannya.

Ia mengatakan, para pejuang terdahulu telah bersatu dengan segala keterbatasan untuk mengusir penjajahan dari bumi Indonesia. Karena itu, semangat persatuan dan perjuangan tersebut harus terus diwariskan dalam mengisi kemerdekaan.

Jika dahulu para pejuang menggunakan senjata dan berbagai cara untuk merebut kemerdekaan, kata Noach, generasi saat ini harus berjuang dengan kemampuan yang dimiliki untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menegaskan, tidak akan ada perubahan apabila masyarakat sendiri tidak memiliki kemauan untuk melakukan perbaikan.

“Tidak akan ada perbaikan kalau kita sendiri tidak berupaya untuk memperbaiki. Tidak ada bangsa lain yang dapat membantu kita keluar dari kemiskinan kalau kita sendiri tidak berjuang,” tegasnya.

Noach mengajak masyarakat untuk tidak membangun mental bergantung pada bantuan. Menurutnya, pembangunan dan kesejahteraan harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan, hingga tingkat pemerintahan yang lebih luas.

Ia memberikan dorongan kepada masyarakat agar menjalankan profesi masing-masing dengan sungguh-sungguh. Para petani diminta mengelola kebun dengan tekun, sementara para nelayan diharapkan bekerja secara maksimal dalam mengembangkan potensi laut.

“Jangan menjadi bangsa yang lemah dan patah semangat. Jangan menunggu dibantu. Kalau tidak dibantu lalu tidak bergerak. Kita harus memulai dari diri sendiri, dari keluarga, lingkungan, RT, kecamatan, kabupaten sampai provinsi,” katanya.

Bupati juga menekankan bahwa cita-cita mewujudkan Indonesia yang sejahtera tidak dapat dilakukan oleh sekelompok orang saja. Diperlukan kebersamaan seluruh elemen masyarakat untuk bergerak dan bekerja sesuai peran masing-masing.

Menurutnya, semangat gotong royong dan persatuan menjadi modal penting dalam mewujudkan harapan para pendiri bangsa, yakni menciptakan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera.

“Indonesia yang sejahtera tidak bisa hanya sekelompok orang. Kita semua harus bergandengan tangan, melangkah bersama dalam kebersamaan. Barulah harapan dan impian para pendiri negara ini untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera dapat terwujud,” pungkasnya.

Melalui momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Bupati MBD mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, meningkatkan semangat kerja, serta bersama-sama mengambil bagian dalam pembangunan daerah dan bangsa.(LB.01)

Penulis: Ari Wassar Editor: Lintas-berita.com