AMBON, Lintas-berita.com,-Memasuki usia ke-451 tahun, Kota Ambon dihadapkan pada tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Ketidakpastian ekonomi global, perubahan iklim ekstrem, isu pangan dan energi, hingga dinamika kebijakan pemerintah pusat menuntut pemerintah daerah menyusun kebijakan pembangunan yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Ambon dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon Tahun 2026, Jumat (4/9/2026).
Rapat paripurna tersebut dihadiri pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Maluku daerah pemilihan Kota Ambon, Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena bersama Wakil Wali Kota Ely Toisutta, Sekretaris Kota Ambon, pimpinan organisasi perangkat daerah, jajaran DPRD Kota Ambon, Forkopimda, camat, lurah, raja dan kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pimpinan organisasi kemasyarakatan, insan pers serta berbagai elemen masyarakat.
Dalam momentum tersebut, perjalanan 451 tahun Kota Ambon tidak hanya dimaknai sebagai pertambahan usia, tetapi juga sebagai refleksi atas sejarah panjang yang dibangun melalui perjuangan, ketangguhan, persaudaraan dan keberagaman masyarakat.
Kota Ambon telah melewati berbagai fase sulit, mulai dari bencana, konflik sosial, tekanan ekonomi hingga perubahan sosial yang menguji ketahanan masyarakat.
Namun, berbagai tantangan tersebut justru memperkuat semangat masyarakat untuk bangkit, bergandengan tangan dan menjaga keberlanjutan pembangunan kota.
Karena itu, HUT ke-451 Kota Ambon diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus menjadi ruang refleksi sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk memastikan pembangunan Kota Ambon berjalan lebih baik dari tahun ke tahun.
Pertumbuhan Ekonomi Jadi Modal Pembangunan
Sejumlah indikator pembangunan Kota Ambon menunjukkan perkembangan positif. Pada kuartal pertama 2026, pertumbuhan ekonomi Kota Ambon tercatat sebesar 6,09 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional maupun Provinsi Maluku.
Capaian tersebut menjadi salah satu modal penting bagi pemerintah daerah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memastikan pertumbuhan tersebut memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Kota Ambon terus mendorong penguatan sektor jasa dan perdagangan, peningkatan konsumsi rumah tangga, kemudahan investasi, pariwisata serta ekonomi kreatif sebagai bagian dari strategi menjaga pertumbuhan ekonomi daerah.
Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya terlihat dalam angka statistik, tetapi harus mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat serta memperkuat sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Pengembangan Pelayanan Air Bersih
Dalam bidang pelayanan dasar, Pemerintah Kota Ambon terus melakukan pengembangan jaringan air bersih melalui Perumda Air Minum Tirta Yapono.
Hingga Agustus 2026, pengembangan jaringan perpipaan telah mencapai sekitar 12.126 meter yang tersebar di 14 lokasi, disertai pembangunan sumur dalam.
Pada semester pertama 2026, juga terjadi penambahan pelanggan baru. Pengembangan jaringan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pelayanan air bersih sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Pembangunan infrastruktur air bersih menjadi salah satu kebutuhan strategis karena berkaitan langsung dengan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat.
Tantangan Pembangunan Masih Besar
Di tengah berbagai capaian tersebut, masih terdapat sejumlah persoalan yang harus diselesaikan secara bersama-sama.
Persoalan infrastruktur, jalan rusak, kebutuhan air bersih, pengelolaan sampah, kerentanan terhadap bencana, kepadatan penduduk, kemiskinan serta pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) masih menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan perhatian serius.
Momentum HUT ke-451 diharapkan dapat menjadi titik evaluasi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dan memastikan setiap kebijakan pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Dengan semangat persaudaraan dan kolaborasi, perjalanan Kota Ambon menuju usia berikutnya diharapkan tidak hanya ditandai dengan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat. (LB.04)







