Ambon, Lintas-berita.com,-Kreativitas warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon kembali diwujudkan melalui program pembinaan kemandirian. Kali ini, batok kelapa yang selama ini dianggap sebagai limbah diolah menjadi berbagai cendera mata bernilai seni dan memiliki nilai guna.
Kegiatan tersebut berlangsung di Rutan Kelas IIA Ambon, Kamis (17/9/2026), sebagai bagian dari upaya memberikan ruang kepada warga binaan untuk menyalurkan kreativitas, mengasah keterampilan, sekaligus menghasilkan karya produktif.
Bahan sederhana seperti batok kelapa diolah melalui sejumlah tahapan, mulai dari persiapan bahan, pembersihan, pemotongan dan pembentukan, hingga proses penghalusan serta penyelesaian akhir.
Setiap tahapan dikerjakan dengan teliti agar menghasilkan cendera mata yang rapi, menarik, dan memiliki nilai estetika.
Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Meta Putra, mengatakan pembinaan keterampilan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan.
Menurutnya, kegiatan produktif seperti pembuatan kerajinan dari batok kelapa dapat menjadi sarana untuk menggali potensi sekaligus membangun kepercayaan diri warga binaan.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk terus berkarya dan mengembangkan keterampilan yang mereka miliki. Batok kelapa yang sederhana dapat diolah menjadi cendera mata yang memiliki nilai seni dan manfaat. Harapannya, keterampilan ini dapat terus dikembangkan dan menjadi bekal positif bagi warga binaan ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat,” ujar Meta.»
Ia menambahkan, pembinaan kemandirian tidak hanya berorientasi pada kemampuan menghasilkan suatu produk, tetapi juga membentuk karakter dan sikap positif warga binaan.
Disiplin, ketekunan, kreativitas, serta kemauan untuk terus belajar menjadi bagian penting dalam proses pembinaan agar keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan setelah warga binaan selesai menjalani masa pidana.
Dorong Keterampilan Produktif
Sementara itu, Kasubsi Bimbingan Kerja Rutan Ambon, Ode Ena, menjelaskan bahwa pembuatan cendera mata dari batok kelapa merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang terus didorong di Rutan Ambon.
Menurutnya, pemanfaatan bahan sederhana menjadi produk kerajinan menunjukkan bahwa warga binaan memiliki potensi dan kreativitas yang dapat terus dikembangkan.
“Kami terus memberikan ruang kepada warga binaan untuk mengembangkan keterampilan melalui kegiatan kerja yang produktif. Batok kelapa yang sebelumnya dianggap sebagai limbah dapat diolah menjadi berbagai kerajinan yang memiliki nilai seni dan nilai guna. Proses ini juga mengajarkan warga binaan untuk bekerja dengan teliti, sabar, dan bertanggung jawab. Kami berharap keterampilan ini dapat terus dikembangkan dan menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujar Ode Ena.»
Salah satu warga binaan yang terlibat dalam pembuatan cendera mata, Onco, mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman sekaligus keterampilan baru baginya.
Ia mengatakan, proses mengolah batok kelapa menjadi sebuah karya membutuhkan ketelitian dan kesabaran.
“Saya senang bisa mengikuti kegiatan ini karena mendapatkan keterampilan baru. Dari batok kelapa yang sederhana ternyata bisa dibuat menjadi cendera mata yang menarik. Dalam proses pembuatannya kami harus teliti dan sabar agar hasilnya bagus. Semoga keterampilan yang kami dapatkan di sini bisa menjadi bekal dan dapat kami manfaatkan ketika sudah kembali ke masyarakat,” ungkap Onco.
Rutan Kelas IIA Ambon berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai program pembinaan yang kreatif, produktif, dan bermanfaat bagi warga binaan.
Melalui semangat “PRIMA”, pembinaan diarahkan agar warga binaan memiliki keterampilan, kreativitas, serta kesiapan untuk kembali dan diterima di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.(LB.04)







