ERT Wetar Ikuti IFRC 2026, BKP-BTR Perkuat Kompetensi dan Kesiapsiagaan Darurat

WETAR, Lintas-berita.com,– PT Batutua Kharisma Permai–PT Batutua Tembaga Raya (PT BKP-BTR), bagian dari PT Merdeka Copper Gold Tbk, terus memperkuat komitmen terhadap keselamatan kerja dan kesiapsiagaan tanggap darurat dengan mengirimkan 10 personel Emergency Response Team (ERT) Wetar untuk mengikuti Indonesian Fire & Rescue Competition (IFRC) 2026 di lingkungan PT Freeport Indonesia, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.

Tim ERT Wetar bertolak dari Pulau Wetar pada 15 Oktober 2026 untuk mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Sebelum melanjutkan perjalanan menuju lokasi kompetisi, tim terlebih dahulu mengikuti acara pelepasan oleh Direktur Merdeka Gold Resources, Boyke Poerbaya Abidin, di Jakarta.

Dalam sambutannya, Boyke menekankan pentingnya kesiapan personel dalam menghadapi situasi darurat, kedisiplinan dalam menerapkan prosedur keselamatan, serta semangat untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan.

Menurutnya, keikutsertaan dalam IFRC 2026 menjadi kesempatan bagi personel untuk mengukur kompetensi, bertukar pengalaman, serta membangun kolaborasi dengan tim tanggap darurat dari berbagai perusahaan.

Pesan tersebut menjadi bekal bagi ERT Wetar untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan mengedepankan profesionalisme, sportivitas, kerja sama tim, dan prinsip keselamatan.

ERT Wetar Berbagi Pengetahuan Pertolongan Pertama

Rangkaian IFRC 2026 resmi dimulai pada 23 Oktober dan dijadwalkan berlangsung hingga 30 Oktober 2026. Selain menjadi ajang kompetisi keterampilan penyelamatan dan penanganan keadaan darurat, kegiatan ini juga menghadirkan program edukasi keselamatan bagi masyarakat melalui Rescue Goes to School.

Dalam program tersebut, ERT Wetar mendapat kesempatan untuk menyampaikan materi mengenai first aid atau pertolongan pertama. Kegiatan ini dilaksanakan bersama tim ERT dari BSI, SCM, dan MTI sebagai upaya memperkenalkan pengetahuan dasar keselamatan serta tindakan awal yang tepat saat menghadapi kondisi darurat.

Partisipasi tersebut menunjukkan bahwa kompetensi tanggap darurat tidak hanya dibutuhkan di lingkungan operasional pertambangan, tetapi juga memiliki manfaat luas bagi masyarakat.

Melalui edukasi ini, peserta diharapkan semakin memahami pentingnya mengenali kondisi darurat, meminta bantuan, serta memberikan pertolongan awal sesuai kemampuan dan prosedur keselamatan.

Dukungan Manajemen untuk Pengembangan Kompetensi ERT

Keikutsertaan tim ERT Wetar dalam IFRC 2026 turut didampingi Direktur Operasional Wetar Copper Mine, Jimmy Bob Suroto, bersama OHS Superintendent BKP-BTR, Geriet Tamura Drinkhuizen Poluan.

Kehadiran manajemen mencerminkan dukungan perusahaan terhadap pengembangan sumber daya manusia, khususnya di bidang Occupational Health and Safety (OHS), kesiapsiagaan darurat, serta peningkatan kemampuan teknis personel ERT.

Jimmy Bob Suroto menegaskan bahwa keikutsertaan dalam IFRC 2026 bukan semata-mata untuk meraih prestasi, melainkan juga sebagai sarana pembelajaran guna meningkatkan kesiapan tim menghadapi berbagai potensi keadaan darurat di area operasional.

Menurutnya, pengalaman selama kompetisi dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat standar kerja, meningkatkan koordinasi antarpersonel, serta mendorong penerapan praktik keselamatan yang lebih baik di lingkungan kerja.

Sementara itu, Geriet Tamura Drinkhuizen Poluan menyoroti pentingnya penguasaan keterampilan teknis, kedisiplinan dalam menjalankan prosedur, komunikasi efektif, dan kerja sama tim dalam setiap operasi penyelamatan.

Ia menilai kompetensi ERT perlu dikembangkan secara berkelanjutan melalui pelatihan, simulasi, evaluasi, dan pertukaran pengalaman dengan tim dari perusahaan lain.

Dengan pengembangan tersebut, setiap personel diharapkan semakin siap menjalankan perannya dalam melindungi keselamatan pekerja sekaligus mendukung keberlangsungan operasional perusahaan.

IFRC 2026 Jadi Ajang Belajar dan Memperluas Wawasan

Bagi personel ERT Wetar, IFRC 2026 menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan, mempelajari berbagai metode penyelamatan, serta memperluas wawasan mengenai praktik tanggap darurat.

Salah satu peserta ERT Wetar, Gilberto Mahoklory, menilai keikutsertaannya dalam kegiatan ini sebagai pengalaman berharga untuk mengembangkan kemampuan pribadi sekaligus memperkuat kekompakan tim.

Berinteraksi dan berlatih bersama personel ERT dari berbagai perusahaan juga memberikan manfaat dalam meningkatkan keterampilan teknis serta memahami pentingnya komunikasi, ketenangan, ketepatan tindakan, dan kepercayaan antarpersonel ketika menghadapi situasi darurat.

Pengalaman tersebut diharapkan dapat dibagikan kembali kepada rekan-rekan di Site Wetar sehingga manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan oleh peserta yang hadir, tetapi juga mendukung peningkatan kompetensi seluruh tim.

BKP-BTR Perkuat Budaya Keselamatan Kerja

Melalui keikutsertaan dalam IFRC 2026, PT BKP-BTR berharap personel ERT Wetar memperoleh pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan baru yang dapat diterapkan dalam kegiatan operasional sehari-hari.

Partisipasi ini juga diharapkan memperkuat budaya keselamatan, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat, serta memperluas kolaborasi dengan komunitas tanggap darurat di industri pertambangan Indonesia.

Ke depan, PT BKP-BTR berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan kompetensi personel melalui pelatihan, evaluasi, dan partisipasi dalam berbagai kegiatan profesional yang relevan.

Perusahaan berharap IFRC dapat terus berkembang sebagai wadah pembelajaran, pertukaran pengetahuan, penguatan profesionalisme, dan peningkatan standar keselamatan di sektor pertambangan.

Bagi ERT Wetar, keikutsertaan dalam IFRC 2026 bukan sekadar kompetisi, melainkan kesempatan untuk membawa pulang pengetahuan dan pengalaman baru demi memperkuat kesiapsiagaan, melindungi sesama, serta mewujudkan operasional pertambangan yang aman dan bertanggung jawab.(LB.01)

Penulis: Ari Wassar Editor: Lintas-berita.com