MBD Masuk Indeks Resiko Bencana Tertingi Di Seluru Kab/ Kota Di Indonesia
Tiakur, Lintas-Berita.com_ Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) merupakan Kabupaten dengan indeks resiko bencana tertinggi dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia sebagaimana data yang dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Tahun 2020.
Bupati Maluku Barat Daya, Benjamin Thomas Noach menggungkapkan, mendasari data tersebut, wilayah MBD sangat memiliki resiko bencana alam yang tinggi termasuk gempa bumi dan tsunami.
“Oleh karenanya Pemerintah Daerah terus berupaya menurunkan indeks resiko bencana tersebut yang dititikberatkan pada mitigasi bencana. Hal ini dilakukan melalui upaya membangun kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat di masing-masing pulau untuk menghadapi aman multi bencana,” ungkap Bupati usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Rakornas PB) Tahun 2023 yang digelar oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta International Expo Jakarta, Kamis (2/3/2022).
Bupati mengatakan, Kabupaten MBD memiliki resiko potensi gempa bumi dan tsunami disebabkan oleh tumpukan tiga lempeng dunia, dilewati ring of fire, terdapat sesar aktif / subduksi, memiliki karakter pulau kecil dan memiliki sejarah gempa bumi dan tsunami.
Maluku Barat Daya juga memiliki dua gunung berapi aktif, gunung api Damer dan gunung api Wetar. Gunung api Wetar memiliki ketinggian lebih dari 5000 meter dari bawah laut.
“Saya berharap, adanya siinegritas pemerintah pusat dan daerah untuk terus ditingkatkan guna menghadapi ancaman bencana alam dan gempa bumi di tahun 2023,” ujarnya.
Sementara itu Kepala BPBD Kabupaten MBD, James R. Likko, SE mengatakan, Rakornas Penanggulangan Bencana 2023 yang dilangsungkan tersebut, diharapkan sebagai sarana koordinasi antar BNPB dan BPBD beserta stakeholder terkait baik pusat maupun daerah dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana di daerah.
“Semoga kegiatan dapat meningkatkan koordinasi kami dengan BNPB dalam upaya mitigasi khususnya edukasi tentang kebencanaan dalam penanganan korban apabila terjadi bencana alam dan gempa bumi di MBD,”cetusnya singkat.
Diketahui, dalam Rakornas Penanggulangan Bencana 2023 di Jakarta itu dihadiri langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo. Dalam Rakornas kali diangkat tema “Penguatan Resiliensi Berkelanjutan dalam Menghadapi Bencana”.
Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo menyampaikan pentingnya peningkatan kewaspadaan terhadap perubahan iklim yang berpotensi meningkatkan frekuensi bencana.
“Perubahan iklim itu menyebabkan frekuensi bencana alam di dunia naik drastis dan Indonesia menempati tiga teratas paling rawan bencana,” ujar Presiden.
Presiden menekankan, kewaspadaan merupakan kunci, baik tahap prabencana, tahap tanggap darurat maupun tahap pasca bencana. Prioritas utama pada tahapan prabencana untuk memitigasi resiko serta meminimalisir korban dan kerugian akibat bancana.
Pentingnya dilakukan edukasi dalam menyiapkan masyarakat khususnya memberikan pelatihan-pelatihan untuk langkah antisipasi.
Selain Bupati MBD, Benjamin Thomas Noach, hadir dalam rakornas tersebut yakni, Dandim 1511/Pulau Moa Letkol. Inf Galih Perkasa didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten MBD, James R. Likko.(**)







