Pemkab MBD Minta Inpex Masela Buka Ruang UMKM Terlibat Suplai Kebutuhan Pangan

Inpex Masela

Tiakur, LIntas-berita.com, – Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) meminta kontraktor PT. Inpex Masela sebagai operator Proyek Strategis Nasional (PSN) Ladang Gas Abadi Blok Masela, membuka ruang kepada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah itu untuk ikut terlibat mendukung megaproyek itu melalui suplai kebutuhan pangan.

“Poyek LNG Blok Masela menjadi salah satu proyek energi terbesar di Indonesia yang akan membawa dampak signifikan bagi pembangunan nasional maupun daerah, khususnya di MBD. Karena itu UMKM harus bisa dilibatkan dalam menunjang rantai pasok kebutuha mega proyek ini,” kata Asisten Bidang Administrasi Umum Setda MBD, Yafet Lelatobur, pada Focus Group Discassion (FGD) di Tiakur, Jumat (8/8/2025).

FGD yang digelar PT. Inpex Masela bekerja sama dengan Universitas Pattimura (Unpatti) dan pemkab MBD di ruang rapat Kantor Bupati MBD, itu menghadirkan Ketua Tim Survey Unpatti, Prof. Yusthinus Male.

Yafet Lelatobur yang mewakili Bupati MBD Benyamin Thomas Noach menyatakan dengan potensi gas alam yang sangat besar, proyek Gas Abdi Blok Masela membutuhkan dukungan berbagai sektor, termasuk sektor pangan.

“Sektor food supply atau pasokan pangan menjadi sangat krusial dalam mendukung operasional proyek ini, baik untuk kebutuhan pekerja, logistik, maupun keberlanjutan operasional jangka panjang. Karena itu keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok ini menjadi sangat strategis, tidak hanya untuk mendukung efisiensi proyek, tetapi juga sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat,” katanya.

Dia mengakui, MBD memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan, sehingga menjadi emas bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal, untuk ambil bagian secara aktif dalam mendukung kebutuhan logistik pangan bagi proyek LNG Blok Masela.

Pemerintah daerah, katanya, siap memfasilitasi dan mendorong kolaborasi antara pelaku usaha lokal dengan pihak pengelola proyek.

“Kita tidak ingin proyek sebesar ini berjalan tanpa dampak langsung yang signifikan bagi masyarakat sekitar. Makanya penguatan kapasitas, pendampingan usaha, pelatihan standar food safety, dan sistem logistik yang terintegrasi harus segera disiapkan agar masyarakat benar-benar bisa menjadi pemain utama dalam penyediaan kebutuhan pangan proyek,” jelasnya.

Ia menambahkan, Pemkab MBD akan menginisiasi pembentukan tim koordinasi daerah untuk mendata dan memverifikasi pelaku usaha potensial di sektor pangan. Ini penting untuk memastikan siapa saja yang bisa segera masuk dalam sistem food supply LNG Blok Masela secara profesional dan berkelanjutan.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melihat peluang ini secara positif dan proaktif. Jangan hanya menjadi penonton dalam proyek besar ini, tapi mari kita ambil bagian dan berkontribusi nyata demi kemajuan daerah kita tercinta,” ujarnya.

Inpex Masela

Ia berharap Inpex Masela dan seluruh mitra kerja dapat membuka ruang selebar-lebarnya bagi UMKM lokal dan koperasi masyarakat untuk masuk dalam sistem rantai pasok ini. Transparansi, kolaborasi, dan keberpihakan kepada masyarakat lokal menjadi kunci utama agar asas manfaat proyek ini benar-benar terasa di daerah ini.

Sedangkan Ketua Tim Survey Unpatti, Prof. Yusthinus Male menyatakan, pihaknya bersama Inpexakan melakukan survei supplay food, kondisi sosial masyarakat dan tenaga kerja serta vendor UMKM yang ada di MBD.

“Dalam beberapa bulan kedepan Inpex sudah mulai groundbreaking baik penataan jalur perpipaan dan studi tanah untuk memulai konstruksi, tentu akan melibatkkan banyak sekali pekerja dan mereka butuh suplai pangan baik untuk catring maupun basecamp,” ujar Yusthinus Male dalam FGD itu.

Ia menjelaskan, ada dua daerah yang menjadi sorotan utama yakni di di Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang menjadi lokasi pembangunan kilang darat, dan kabupaten yang terdekat yang dapat menyangga yakni MBD.

“11 kabupaten/kota di Maluku dapat melakukan usaha bisnis bersama Inpex Masela dalam bentuk badan usaha dengan layanan restauran, penyedia bahan pangan, penyewaan kapal hingga konstruksi sipil,” jelasnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan, lebih dari 12 ribu orang akan terlibat dalam mega proyek itu bahkan bisa meningkat menjadi 30 ribu orang, apabila bersama keluarga akan datang di Kepulauan Tanimbar, maka bahan pangan sudah harus disiapkan dari MBD sehingga dapat mendukung.

Ia berharap, pemerintah daerah dan masyarakat dapat melihat kesempatan ini dengan baik sehingga tidak menjadi penonton di daerah sendiri. Ada banyak sekali layanan yang dibutuhkan, silahkan dipilih dan dikembangkan baik dari sisi pertanian, peternakan dan laundry, catering dan jasa lainnya. (LB-01)