Bupati MBD Lantik Pejabat Kades Watuwei
Tiakur, Lintas-berita.com,- Bupati Maluku Barat Daya, Benyamin Thomas Noach secara resmi melantik Frans Simon Dadiara sebagai Pejabat Kepala Desa (Kades) Watuwei, Kecamatan Dawelor-Dawera.
Pelantikan yang berlangsung di ruang rapat Kantor Bupati MBD, di Tiakur, Selasa (30/09/25),berdasarkan Surat Keputusan nomor 100.3.2.6-469 tertangal 15 September tahun 2025.
Pelantikan Frans Simon Dadiara sebagai Pj Kades Watuwey dilakukan untuk mengisi kekosongan kepemimpinan, karena Kades sebelumnya mengalami sakit. Jabatan penjabat ini bersifat sementara hingga dilaksanakannya pemilihan kepala desa definitif.
Saat pelantikan, Bupati Benyamin Noach memberikan arahan strategis Pj Kades yang baru dilantik untuk segera menjalankan tugas agar roda pemerintahan, pelayanan masyarakat, dan pembangunan dapat berjalan dengan baik.
Namun, ia meminta agar proses pemilihan kepala desa definitif tidak terlalu terburu-buru untuk memastikan hasil yang matang.
Bupati menyampaikan pengalaman pahit dari pemilihan kepala desa sebelumnya yang dipaksakan terlalu cepat tanpa netralisasi situasi terlebih dahulu. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat menghasilkan kepala desa yang tidak pro-rakyat karena proses pemilihan yang terlalu dikejar-kejar.
Bupati Noach juga mengungkapkan filosofi kepemimpinan yang diterapkannya dalam sistem promosi jabatan di lingkungan Pemkab MBD. Ia menjadikan jabatan penjabat kepala desa sebagai “ujian” pertama bagi aparatur yang berpotensi dipromosikan ke jabatan struktural lebih tinggi.
Menurut Noach, tidak semua orang yang pintar dapat menjadi pemimpin di tingkat desa. Kepemimpinan di desa memiliki karakteristik unik yang berbeda dengan jabatan teknis lainnya.
Oleh karena itu, ia menerapkan sistem ujian dengan menempatkan aparatur sebagai penjabat kepala desa terlebih dahulu, untuk menguji kemampuan kepemimpinan mereka dalam skala kecil.
Jika seseorang berhasil menjalankan tugas sebagai penjabat kepala desa tanpa masalah, maka ia akan dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi, seperti kepala dinas atau camat. Sistem ini, menurutnya, lebih efektif untuk menyaring pemimpin yang benar-benar mampu melayani rakyat.
“Penjabat kepala desa yang baru dilantik segera menjalankan tugas dengan baik, pemerintahan harus berputar, pelayanan masyarakat berjalan, pembangunan berjalan dan yang paling utama jalani jangan terlalu lama-lama, proses pemilihan kepala desa definitif, segera tapi jangan terlalu buru-buru, karena karena belum matang betul nanti hasilnya mengkal-mengkal semua,” ujar Bupati Noach.
Noach memberikan nasihat kepada Dadiara yang merupakan lulusan STPDN. “Harapannya semoga jadi kepala desa yang amanah. Ale sekolah STPDN jauh-jauh, jangan tersangkut di batu kecil, kalau mau naik di batu besar jangan pernah tersangkut di batu kecil itu,” katanya dengan bahasa lokal.
Bupati juga mengungkapkan filosofi unik tentang jabatan penjabat kades. “Ini jabatan ujian. Beta seng tahu Bupati yang lain, tetapi beta selama menjadi Bupati beta, kasih jabatan ujian pertama adalah penjabat kepala desa. Orang banyak pintar boleh tetapi, tidak banyak orang menjadi pemimpin di desa,” ungkapnya.
Noach menjelaskan sistem promosi yang diterapkannya. “Ujiannya adalah pernah jadi penjabat kepala desa tidak ada masalah pasti saya promosi. Saya uji dulu di desa main dengan batu kecil dulu baru coba batu besar. Orang pintar banyak, semua orang bisa jadi kepala dinas, tetapi tidak semua orang bisa jadi camat dan tidak semua orang jadi kepala desa,” paparnya.
Di akhir sambutannya, Bupati memberikan pesan kepada Dadiara. “Ini tanggung jawab dan kepercayaan pemerintah daerah. Pakai baik-baik, jaga baik-baik, jagalah jabatan ini sama dengan nyong jaga nyong punya biji mata supaya Tuhan berkati,” pungkasnya. (LB-01)







