Polres MBD Gerak Cepat Tangani Penemuan Jenazah di Pantai Pilam, Diduga Korban Laka Laut Perairan Pulau Dai.

Tiakur, Lintas-berita.com,- Suasana tenang di kawasan Pantai Dusun Pilam, Kecamatan Pulau Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya, mendadak berubah menjadi perhatian masyarakat setelah ditemukannya sesosok jenazah yang terdampar di bibir pantai pada Sabtu siang (04/07/2026).

Informasi mengenai penemuan tersebut dengan cepat menyebar di tengah masyarakat, termasuk melalui media sosial. Menindaklanjuti laporan warga, jajaran Polres Maluku Barat Daya bergerak cepat menuju lokasi guna melakukan tindakan kepolisian secara profesional, terukur, dan sesuai prosedur.

Penanganan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dipimpin langsung oleh Kapolsek Moa Lakor AKP Marthin W. Patty, didampingi Kasat Polairud Polres MBD IPDA Oktovianus Damaryanan, bersama personel Satuan Reserse Kriminal, Satintelkam Polres MBD, serta bersinergi dengan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Barat Daya.

Setibanya di lokasi, petugas segera mengamankan area penemuan jenazah, melakukan olah TKP, mendokumentasikan kondisi di lokasi, mengumpulkan keterangan dari para saksi, serta melaksanakan identifikasi awal terhadap korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, jenazah ditemukan dalam posisi tengkurap di bibir pantai, terdapat baju berwarna merah dibawahnya, Kondisi jenazah telah mengalami proses pembusukan lanjut, sehingga kedua lengan dan kedua kaki tidak lagi utuh. Bagian tubuh korban sebagian besar telah menjadi tulang belulang akibat proses alamiah yang berlangsung selama berada di laut.

Di tengah proses penanganan tersebut, muncul dugaan kuat dari sejumlah warga dan keluarga korban yang mengaitkan penemuan jenazah dengan peristiwa kecelakaan laut yang terjadi di perairan Pulau Dai, Kecamatan Babar Barat, pada Kamis (11/06/2026). Musibah tersebut sebelumnya mengakibatkan delapan orang dinyatakan meninggal dunia.

Informasi yang dihimpun dari pihak keluarga di Desa Moain, Pulau Moa, maupun keluarga di Desa Sinairusi, Pulau Dai, menyebutkan bahwa jenazah yang ditemukan diduga merupakan salah satu korban kecelakaan laut tersebut, yakni almarhum Asael Daniel (72 tahun) karena sebelum terjadi laka laut mengenakan baju berwarna merah dan memilikki tahi lalat di bagian punggung. Meski demikian, identitas korban tetap akan dipastikan melalui pemeriksaan medis dan prosedur identifikasi lebih lanjut.

Usai pelaksanaan olah TKP, aparat kepolisian bersama personel BPBD mengevakuasi jenazah menggunakan Mobil Jenazah menuju RSUD Tiakur untuk menjalani pemeriksaan medis sebagai bagian dari proses identifikasi dan penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kapolsek Moa Lakor AKP Marthin W. Patty menjelaskan bahwa sejak menerima informasi dari masyarakat, personelnya langsung bergerak menuju lokasi untuk memastikan situasi tetap aman serta melakukan penanganan secara profesional.

“Kami bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat. Langkah pertama yang kami lakukan adalah mengamankan lokasi, melakukan olah TKP, meminta keterangan para saksi, serta berkoordinasi dengan BPBD dan pihak rumah sakit guna memastikan proses evakuasi berjalan dengan aman dan sesuai prosedur. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi mengenai identitas korban sebelum seluruh proses identifikasi selesai dilakukan,” ujar AKP Patty.

Sementara itu, Kapolres Maluku Barat Daya AKBP Budhi Suriawardhana, S.I.K. mengapresiasi respons cepat seluruh personel yang terlibat dalam penanganan kejadian tersebut.

Kapolres menegaskan bahwa Polres MBD akan terus mengedepankan pelayanan yang cepat, profesional, dan humanis dalam setiap penanganan peristiwa yang terjadi di wilayah hukum Polres Maluku Barat Daya.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Polsek Moa Lakor, Satpolairud, Satreskrim, Satintelkam, BPBD, tenaga kesehatan, serta masyarakat yang telah membantu proses penanganan di lapangan. Sinergi yang baik menjadi kunci dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.” ucap Kapolres.

Lebih lanjut, Kapolres menuturkan bahwa pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan identitas korban secara resmi.

“Kami memahami adanya dugaan dari pihak keluarga maupun masyarakat bahwa jenazah tersebut merupakan salah satu korban musibah kecelakaan laut di Perairan Pulau Dai. Namun demikian, kami tetap mengedepankan proses identifikasi sesuai prosedur agar informasi yang disampaikan kepada publik benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.”
terang AKBP Budhi.

Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi maupun menyebarkan spekulasi melalui media sosial.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, menghormati proses identifikasi yang sedang berlangsung, serta memberikan kepercayaan kepada aparat yang sedang bekerja. Mari kita bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap aman, tertib, dan kondusif serta mendoakan agar keluarga korban diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini.” ajak Kapolres.

Polres Maluku Barat Daya memastikan seluruh rangkaian penanganan dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Kepolisian juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait serta pihak keluarga guna memastikan seluruh proses penanganan jenazah berjalan dengan baik sampai selesai.(LB.01)

Penulis: Ari Wassar Editor: Lintas-berita.com