Tiakur, Lintas-berita.com, – Sekitar 750 jamaah memadati halaman Masjid Nurul Iman Kalwedo di Tiakur, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), saat pelaksanaan Shalat Idulfitri 1447 Hijriah, Sabtu pagi, 21 Maret 2026.
Aparat gabungan TNI, Polri, dan Satuan Polisi Pamong Praja disiagakan di sejumlah titik untuk memastikan ibadah berlangsung aman, tertib, dan tanpa gangguan di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat pada hari raya.
Pelaksanaan Shalat Idulfitri di halaman Masjid Nurul Iman Kalwedo, Kecamatan Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya, berlangsung tertib dan lancar di bawah pengamanan aparat gabungan.
Pengamanan dilakukan oleh personel Polres Maluku Barat Daya, TNI dari Kodim 1511/Pulau Moa, serta Satpol PP sebagai bagian dari Operasi Ketupat Salawaku 2026.
Kegiatan diawali dengan apel pengecekan yang dipimpin Kepala Satuan Samapta Polres MBD, Ajun Komisaris Polisi Samuel Letelay.

Sebanyak 38 personel dikerahkan dalam pengamanan tersebut, terdiri atas 15 personel Polres MBD, 10 personel Brimob Kompi IV, 10 personel Kodim 1511/Pulau Moa, dan tiga personel Satpol PP.
Fokus pengamanan meliputi pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi, pengawasan area ibadah, serta antisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kapolres Maluku Barat Daya, AKBP Budhi Suriawardhana, yang turut melaksanakan Shalat Id berjamaah bersama warga, mengatakan pengamanan ini merupakan bagian dari upaya memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Pengamanan ini adalah bagian dari Operasi Ketupat Salawaku 2026, untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah Idulfitri berlangsung aman dan tertib,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya pada momentum hari besar keagamaan.

“Kolaborasi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah menjadi kunci menciptakan situasi yang kondusif. Dengan kerja sama ini, masyarakat dapat beribadah dengan tenang,” kata Budhi.
Shalat Id diikuti sekitar 750 jamaah, dengan khatib H. Masrukin dan imam B.J. Difinubun. Seluruh rangkaian ibadah berlangsung khidmat tanpa gangguan berarti.
Selain pengamanan, kehadiran aparat juga dimaksudkan sebagai bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat. Petugas tidak hanya berjaga, tetapi juga membantu kelancaran aktivitas jamaah di lokasi.
Kegiatan pengamanan ditutup dengan apel konsolidasi setelah seluruh rangkaian ibadah selesai. Aparat memastikan situasi tetap terkendali hingga jamaah meninggalkan lokasi.
Pihak kepolisian menyatakan keberhasilan pengamanan ini tidak lepas dari dukungan masyarakat yang turut menjaga ketertiban selama pelaksanaan ibadah. (LB-01)







